Category archive

Kabar Kita - page 2

Kategori untuk berita yang bersumber dari kegiatan rutin atau umum di pemerintah daerah

Ngawi Jadi Tuan Rumah Kejurda Baseball-Softball Regional 3 Jatim 2026

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Olahraga/Pemerintahan 248 views

Kabupaten Ngawi dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Baseball dan Softball Putra-Putri Jawa Timur 2026 Regional 3 yang dibuka Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono di Alun-alun Kabupaten Ngawi, Sabtu (5/9/2026).

Ony yang juga Ketua Umum Pengurus Provinsi Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Pengrov Perbasasi) Jawa Timur mengapresiasi kesiapan Perbasasi Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah. Menurutnya, pembagian regional menjadi strategi untuk memperluas pengenalan baseball-softball sekaligus membuat kompetisi lebih efisien bagi atlet daerah.

“Melalui pembagian regional, kami ingin baseball-softball semakin dikenal dan berkembang di berbagai daerah. Ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan serta kompetisi atlet di Jawa Timur,” ujar Ony.

Ia menambahkan, baseball dan softball tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga strategi. Kejuaraan ini diharapkan memperkuat kaderisasi atlet daerah untuk mencetak prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.

Sementara itu, Ketua Umum Perbasasi Kabupaten Ngawi Ana Mursyida menyambut seluruh kontingen dari Ngawi, Kota Madiun, dan Kabupaten Madiun. Ia berpesan agar atlet menjunjung sportivitas dan menjadikan setiap pertandingan sebagai motivasi untuk terus berkembang.

“Yang terpenting adalah menjunjung sportivitas dan terus memperbaiki diri,” pesan Ana.

Kejurda Regional 3 diharapkan mendorong pembinaan dan kompetisi baseball-softball semakin berkembang di daerah. Pertandingan softball putra-putri digelar 5-6 September, sementara baseball putra-putri berlangsung 12-13 September 2026 di Alun-alun Kabupaten Ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Peringati Hari Lahir Kejaksaan RI, Pemkab Ngawi Dorong Palereman Srigati Jadi Wisata Agro

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 244 views

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, meninjau aksi penanaman bibit pohon buah dan pembagian bantuan sosial di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa Babadan, Kabupaten Ngawi, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan kolaboratif bersama Kejaksaan, Perhutani, dan Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (KOMPAK) Jatim dalam memperingati Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI ini bertujuan melestarikan lingkungan sekaligus mendorong pengembangan kawasan menjadi wisata agro berbasis ekonomi warga.

Dalam kesempatan tersebut, Antok mengapresiasi atas inisiatif penghijauan menggunakan tanaman produktif yang tidak hanya memperasri kawasan, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.

“Kami menargetkan kawasan Palereman Srigati berkembang dari destinasi religi menjadi wisata agro,” katanya.

Selain penanaman pohon, acara diisi dengan penyaluran bantuan sosial berupa peralatan ibadah dari KOMPAK Jatim kepada warga Desa Babadan. Antok menegaskan dampak positif dari kepedulian sosial tersebut.

“Kami mengapresiasi kepedulian KOMPAK Jatim. Bantuan peralatan ibadah ini bernilai sosial tinggi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Desa Babadan,” terangnya.

Terkait keberlanjutan pemeliharaan tanaman pasca-kegiatan, Pemkab Ngawi memastikan sinergi bersama komunitas lokal. Perawatan bibit pohon buah akan dikelola oleh Paguyuban Ketonggo bekerja sama dengan Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Perawatan tanaman kami percayakan ke LMDH dan Paguyuban Ketonggo. Petani desa hutan dipastikan aktif merawat bibit produktif ini hingga berbuah dan menyejahterakan warga,” pungkasnya.

Sinergi lintas instansi pada HUT ke-81 Kejaksaan RI ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi mampu mewujudkan ekosistem wisata agro mandiri yang memperkuat ekonomi warga Desa Babadan.

wakil bupati menanam salah satu bibit pohon dalam rangka hari lahir Kejaksaan RI,

Sebar dan Bagikan :

Shares

Hadapi Kemarau, Pemkab Ngawi Targetkan 100 Persen Infrastruktur Akses Air Bersih pada 2027

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 666 views

Musim kemarau masih berdampak pada keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi. Kondisi tersebut mendorong Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama PMI Jawa Timur dan PMI Kabupaten Ngawi menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Sumberan, Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dan Ketua PMI Kabupaten Ngawi Budi Sulistyono. Sebanyak 12 lokasi menjadi prioritas distribusi air bersih, dengan dukungan koordinasi bersama PDAM dan penyedia air untuk menjaga ketersediaan pasokan hingga akhir Agustus.

Ketua PMI Kabupaten Ngawi Budi Sulistyono menyebut penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan di masing-masing wilayah. “Musim yang tidak bersahabat ini memberikan dampak luas, tidak hanya bagi petani tetapi juga warga di beberapa titik yang membutuhkan perhatian khusus,” kata Budi.

Capaian penanganan kekeringan di Ngawi terus menunjukkan tren positif. Jumlah desa terdampak turun dari 42 desa pada 2023 menjadi 12 desa pada 2026, sedangkan jumlah warga terdampak berkurang dari sekitar 4.700 KK menjadi 640 KK. Pemkab Ngawi turut memperkuat infrastruktur air melalui pembangunan sumur dalam dengan sistem submersible pump di 42 titik pada 2024.

Sementara itu, Ony mengatakan kawasan utara Ngawi yang merupakan wilayah karst masih menjadi tantangan karena kondisi geografisnya menyulitkan pencarian sumber air tanah. “Target kami pada 2027, keterjangkauan air bersih di Ngawi bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.

Untuk memperkuat penanganan jangka panjang, Imam menyampaikan rencana pemetaan sumber air di sekitar wilayah terdampak. Jika ditemukan sumber yang layak hingga jarak 9 kilometer, PMI akan mengupayakan dukungan negara donor untuk penyediaan pompa dan jaringan pipa. “Tujuannya agar warga tidak lagi bergantung pada bantuan tangki air secara terus-menerus,” kata Imam.

Sinergi Pemkab Ngawi dan PMI diharapkan mampu mempercepat penanganan dampak kemarau sekaligus memperkuat ketahanan air daerah. Bantuan darurat tetap diberikan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, sementara pembangunan infrastruktur dan pencarian sumber air diarahkan untuk mendukung target 100 persen keterjangkauan air bersih pada 2027.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab Ngawi Perkuat Benteng Siaga Lereng Lawu

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 555 views

Mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memimpin Apel Siaga Penanggulangan Karhutla 2026 di Kawasan Senggon Hills, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kesiapan Pemkab Ngawi menghadapi potensi kebakaran di lereng Gunung Lawu.

Pemindahan lokasi apel dari kawasan kota ke Senggon Hills menjadi bagian dari strategi untuk mendekatkan koordinasi dengan titik kerawanan sekaligus memastikan seluruh unsur siap menghadapi kondisi di lapangan.

“Dengan hadir langsung di Senggon Hills, kami ingin menyatukan langkah dan membangun kewaspadaan bersama bahwa ancaman karhutla itu nyata, terutama di wilayah lereng Lawu,” kata Antok.

Kebijakan tersebut sejalan dengan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla Tahun 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Ngawi Nomor 100.3.3.2/216/404.101.2/B/2026. Status berlaku sejak 2 Juli hingga 30 November 2026 dan merupakan tindak lanjut kebijakan siaga Karhutla di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Antisipasi juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, Perhutani, OPD terkait, akademisi, media massa, dan 26 kelompok relawan kebencanaan. Bersamaan dengan apel, BPBD Ngawi melanjutkan pembahasan Rencana Kontinjensi (Renkon) Karhutla serta persiapan Renkon Bencana Tanah Longsor.

Perlindungan hutan menjadi perhatian penting karena 91 dari 213 desa dan empat kelurahan di Kabupaten Ngawi merupakan desa hutan. Kondisi ini mendorong penguatan edukasi masyarakat, pencegahan kebakaran, dan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.

Antok mengapresiasi sinergi TNI, Polri, Perhutani, relawan, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang berperan dalam menjaga hutan Ngawi. Ia berpesan agar seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kewaspadaan dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Menjaga hutan dan lereng Lawu membutuhkan kepedulian dan kerja bersama. Kesiapan kita hari ini menjadi bagian dari ikhtiar melindungi lingkungan dan memastikan kawasan tersebut tetap aman bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Melalui apel siaga, koordinasi lintas sektor, dan penyusunan rencana kontinjensi, Pemkab Ngawi terus membangun kesiapan menghadapi potensi Karhutla. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan hutan sekaligus menekan risiko kebakaran di lereng Lawu sejak dini.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top