Akibat kelalaian orang tua, balita tewas di kolam
Akibat kelalaian orang tua, seorang balita laki-laki yang masih berusia 2 tahun tewas tenggelam di kolam ikan, terjadi di Desa Katikan Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pukul 10.00 WIB, Korban bernama Jibril Ahmad Royan, anak dari pasangan Ahmad Nafian, 33 dan Endang,30.
Awalnya korban bersama dengan saudaranya Maya, 4 tahun yang diasuh oleh neneknya bernama Siti,47, yang saat itu sedang berada di halaman rumah mereka, dan waktu itu Neneknya sedang mengganti pakaian Maya dan tanpa di sadari korban Jibril di tinggal sendiri di depan kolam ikan dengan kedalaman hanya 40 cm, dan tahu-tahu korban terpeleset dan jatuh hingga tidak dapat tertolong lagi nyawanya.
Spontan neneknya berteriak melihat cucunya terjatuh kedalam kolan ikan hingga beberapa warga setempat berdatangan karena mendengar teriakan minta tolong, dan saat itu ibu korban sedang berada di belakang rumah untuk menyuci pakaian, dan melihat itu tragis ibu korban langsung histeris dan pingsan.
Menurut Siti saat ditemui wartawan mengatakan,” Pihaknya saat itu sedang mengasuh dua cucunya karena ibunya sedang berada di belakang, niatnya saya akan mengganti pakian cucunya yang satunya dan saya tinggal kebelakang dan kejadian itu terjadi,” Ungkapnya. (10/01/11).
Sementara, Kapolsek Kedunggalar AKP Suratman mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Eko Tristanto saat di konfirmasi mengatakan, “ Bahwa korban meninggal akibat terpeleset hingga jatuh ke kolam ikan,”Ujarnya.
Seperti yang terjadi di Kabupaten Ngawi, seorang pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 1 di Desa Majasem Kecamatan Kendal, sebut saja Bunga, 16 tahun, melakukan hubungan intim selayaknya suami istri dengan sang pacarnya sendiri Agus Priyanto,19 Warga Desa Kandangan Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.
Lahan pertanian milik warga pertanian desa setempat mengalami gangguan hama wereng yang mengakibatkan mereka tidak bias menikamati hasil panennya, padahal usia tanaman padi mereka sudah menginjak 2 bulan, upaya mereka sudah melakukan dengan cara melakukan penyemprotan pestisida maupun anti hama, namun hasilnya tetap tidak maksimal.
Seperti yang dialami ibu Mukiyo, 65, warga Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, yang berwirausaha membuat sambal pecel, sejak adanya kenaikan harga cabe yang terjadi, pihaknya mengalami penurunan omset pendapatan, yang biasanya dalam keadaan normal, pihaknya mampu meraup keuntungan hingga 200 ribu dalam membuat sambal pecel.