Gebyar Muharram, Baznas Salurkan 999 Santunan Bagi Anak Yatim dan Dhuafa
Di tahun baru Hijriah ini, BAZNAS Ngawi gelar Gebyar Muharram dengan Gerakan 999 santunan kepada anak yatim dhuafa, secara simbolis di Gedung Kesenian, Kamis (04/08/22).
Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Ngawi Mok Sodiq Triwidiyanto, Ketua Baznas Provinsi Jatim Akhsanul Haq, Ketua Baznas Ngawi Samsul Hadi, Kepala Kantor Kemenag Ngawi Moh Wahib, Pimpinan Bank Jatim bersama sejumlah OPD terkait.
Disampaikan Sekda Ngawi kehadiran Baznas berperan penting dalam mendukung program di Kabupaten Ngawi dalam menyejahterakan masyarakat, “Dengan keterbatasan anggaran peran partipasi komponen didalamnya sangat diperlukan seperti Basnaz program programnya sangat membantu pemerintah dalam menangani permasalahan utamanya kesejahteraan masyarakat”, ujarnya.
Kesejahteraan masyarakat erat kaitannya dengan kemiskinan ekstrim, dan Kabupaten Ngawi tahun ini masuk dalam pemetakan kemiskinan ekstrim, kehadiran Baznas bersama relawan relawan lainnyw sangat membantu Pemerintah dalam upaya penanganan masalah tersebut, “Seperti program bedah rumah bersama relawan r ini sangat membantu Pemkab, dengan keterbatasan anggarannya,” imbuhnya.
Sementara disampaikan Ketua Baznas Jatim, tahun ini diprogramkan 1001 bedah rumah bagi rumah tidak layak huni di seluruh wilayah Jatim, dibagi 38 Kota/Kabupaten setiap Kabupaten ada 30 rumah akan di bedah, ini berbanding lurus dengan upaya Pemkab Ngawi dalam penanganan kemiskinan ekstrim, “Semoga Baznas Provinsi dan Pemkab dapat berkolaborasi sehingga program Basnaz dapat tersalurkan dengan baik”, ujarnya.
Kali ini selain 999 santunan untuk anak yatim juga disalurkan bantuan tabungan dari Bank Jatim senilai 3 ratus ribu Rupiah.
Disampaikan Bupati Ngawi, dilakukan disepanjang jalan menuju arah perempatan Kartonyono, diberikan kepada masyarakat Ngawi yang melintas disekitar Prapatan Kartonyono,” Melalukan secara ceremonial di Perempatan Kartonyono yang sebelumnya bendera-bendera tersebut dibeli dari para pedagang kita UMKM yang jualan bendera dan umbul-umbul untuk peringtan hari kemerdekaan ini kita beli sebelum kita membagikan di Perempatan Kartonyono”, ujarnya
Kedepan Ony Anwar berharap penataan kerasipan khususnya disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih efisien dan efektif tidak memakan ruang fisik dalam penyimpanan dan menyita waktu dalam pencarian, “Yang sekarang ini menyita banyak tempat untuk menyimpan arsip data kertas kertas, proposal dan seterusnya. Besok sudah tidak ada lagi, karena disimpan secara digital,” imbuhnya.