Pemkab Ngawi Bertindak Cepat, Cegah Perluasan Karhutla Lereng Lawu

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 12 views
Banner

Pemerintah Kabupaten Ngawi bergerak cepat merespons ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan lereng Gunung Lawu. Untuk mengantisipasi meluasnya titik api yang dipastikan berasal dari wilayah lereng Magetan, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono memimpin langsung operasi darurat bersama tim gabungan di kawasan Wukir Bayi, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Selasa (15/9/2026).

Hingga saat ini, kebakaran telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 13 hektare. Titik api teridentifikasi berada di lokasi strategis, yakni Petak 42-1 RPH Campurejo, kemudian merambat hingga Petak 39-2 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyol.

Api yang bermula dari kawasan hutan produksi dengan dominasi vegetasi pinus mulai mengarah ke kawasan hutan lindung yang ditumbuhi tegakan cemara, eukaliptus, dan berbagai tanaman perdu. Kondisi ini diperburuk oleh hembusan angin kencang dan musim kemarau. Menghadapi situasi tersebut, Pemkab Ngawi bersama BPBD, Perhutani, PDAM, serta relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan langkah mitigasi dengan membangun ilar atau sekat bakar.

Ony menjelaskan, sekat bakar dibuat dengan membersihkan jalur dari material yang mudah terbakar sehingga dapat memutus jalur rambatan api. Upaya tersebut melanjutkan sekat bakar yang sebelumnya telah dibangun di kawasan Karanggupito.

“Saat ini posisi titik terakhir kita berada di ketinggian 2.360 meter di atas permukaan laut. Pengamanan melalui sekat bakar ini akan terus kami dorong hingga sekitar Pos 5. Di area tersebut terdapat hamparan sabana. Jika api dibiarkan bergerak ke atas dan mencapai sabana, kita khawatirkan rambatannya akan sangat masif dan meluas ke arah barat,” tegas Ony.

Masih terdapat sekitar 1,3 kilometer area rawan yang belum dilengkapi sekat bakar. Dengan mempertimbangkan tingginya risiko apabila penanganan ditunda, Ony bersama tim gabungan memutuskan untuk tetap bertahan dan bermalam di lereng gunung hingga pembangunan sekat bakar dapat dirampungkan.

Pemkab Ngawi memastikan personel gabungan tetap disiagakan di lokasi sampai situasi benar-benar aman. Kolaborasi pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi terkait, dan masyarakat terus diperkuat untuk menahan laju Karhutla sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan dan lingkungan.

Sebar dan Bagikan :

Shares