Kabupaten Ngawi menjadi daerah ketiga di Jawa Timur yang menggelar Training of Trainers (TOT) Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, di KDKMP Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Rabu (30/9/2026), ini menjadi langkah memperkuat tata kelola dan percepatan digitalisasi koperasi desa.
Wakil Bupati yang akrab disapa Antok menyampaikan, seluruh KDKMP di Ngawi telah terdaftar aktif di Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes). Legalitas kelembagaan melalui akta pendirian juga telah rampung di 217 desa dan kelurahan.
Dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 213 lokasi KDKMP telah selesai, sedangkan empat lokasi lainnya memasuki tahap penyelesaian akhir. Sejumlah koperasi juga telah beroperasi, di antaranya KDKMP Gedung Putri, Tambakromo, Talang, dan Ngawi.
Sementara itu, verifikasi dan validasi lapangan telah menjangkau 65 dari target 103 KDKMP. Pemerintah Kabupaten Ngawi menargetkan seluruh proses tersebut rampung pada 6 Oktober 2026.
“Koperasi ini berprinsip dari dan oleh anggota, yakni masyarakat desa setempat. Keberadaannya memberikan kemudahan akses serta kepastian harga untuk menggerakkan roda perekonomian warga,” ujar Antok.
Melalui TOT KDKMP, para kepala desa didorong memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan pedagang, pelaku UMKM, serta kelompok tani. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Sales Marketing dan Distribusi PT Agrinas Pangan Nusantara Paulo Simoes, Kepala Staf Kodim 0805/Ngawi, jajaran OPD terkait, para camat, serta perwakilan kepala desa se-Kabupaten Ngawi.