Monthly archive

January 2019

Kembalikan Ekosistem Lereng Lawu Utara, Wabup Ony Anwar Tanam Pohon

di %s Sekitar Kita 74 views

Lagi, Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar lakukan gerakan reboisasi penanaman sejuta pohon, kali ini bertempat di Taman Hutan Segawen Desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo, Selasa (29/01). “Mari kita warisi anak, cucu kita dengan suatu hal yang baik dengan memberikan mereka lingkungan yang lestari, dan sumber air melimpah. Ayo, kita jaga komitmen serta semangat ini, pupuk dan gelorakan terus ke seluruh antero bumi pertiwi,” ujar Ony Anwar disela sambutannya.

Wabup berharap kegiatan ini bisa menjadi energi positif untuk mengembalikan ekosistem alam dan kelestariannya. “Ya, lereng Lawu ini sering kita jumpai dimusim kemarau sering terbakar. Makanya, bentuk komitmen kita pagi ini untuk menghijaukan kembali wilayah ini, dan masyarakat bisa mengambil manfaatnya,” ungkap Wabup.

Acara dengan tagline “Hijau Alamku, Hijau Hutanku Hijaukan Indonesia” ini juga dihadiri Kepala UPT Pengelolaan Hutan Wilayah II Jawa Timur beserta jajarannya, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Jogorogo, Perangkat Desa Ngrayudan, pelajar, mahasiswa, komunitas pencinta alam di Kabupaten Ngawi.

Sementara Kepala UPT Pengelolaan Hutan Wilayah II Jawa Timur, Didik sampaikan bahwa tahun 2019 di Kabupaten Ngawi akan ada pendampingan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) di Desa Hargomulyo Kecamatam Ngrambe, “Kami berharap dengan program ini, hutan kita semakin baik dan lestari,” jelasnya.  Lebih lanjut, Didik katakan Kabupaten Ngawi akan dapatkan sekitar 5 ratus batang tanaman produktif yang akan diprioritaskan untuk pengembangan hasil hutan non kayu dilahan seluas 20 hektar.

SLVK adalah sistem pelacakan yang disusun secara multistokeholder untuk memastikan legalitas sumber kayu yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia. Sistem ini dikembangkan untuk mendorong implementasi peraturan pemerintah yang berlaku terkait perdagangan dan peredaran hasil hutan yang legal dan diterapkan wajib (mandatory) untuk mengefisiensikan pengelolaan hutan dan menjaga kredibilitas legalitas kayu di negara ini. (red/kominfo)

 

Barada SSI Ngawi Gelar Silaturahmi dan Senam Bersama

di %s Olahraga 81 views

Bertempat dihalaman Pendopo Wedya Graha, Badan Penyelenggara Daerah (BARADA) Senam Sehat Indonesia (SSI) Kabupaten Ngawi gelar senam dan silaturahmi bersama SSI Jawa Timur, Minggu (27/01).

Hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Rahmad Didik Purwanto, Pembina SSI Barada II Ngawi yang diwakili Yuli Indria Sulistyorini, Pengurus SSI Badan Penyelenggara Nasional (Baranas) dan Barada Tingkat I Jatim, Pengurus SSI Barada II Kabupaten dan Kota Wilayah Jatim dan Pengurus SSI Barada II Kabupaten.

Acara ini diikuti seratus lima puluh lebih peserta dari seluruh Barada SSI se- Jatim, diantaranya Barada SSI Malang 20 orang, Barada SSI Kediri Kab/Kota 70 orang, Barada SSI Madiun 40 orang, Barada SSI Ngawi 30 orang.

Kepala Disparpora Ngawi Rahmat Didik Purwanto sampaikan kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi untuk promosikan wisata Ngawi, sebab peserta yang datang kali ini berasal dari luar kota. “Selamat datang di Kabupaten Ngawi, terimakasih menjadi tuan rumah pertemuan SSI, dan jangan lupa mampir ketempat wisata yang ada disini,” ujarnya. Rahmad Didik berharap dengan kegiatan senam yang dilakukan ini bisa bermanfaat menjaga kesehatan dan kebugaran terutama bagi Lansia yang ada disini, “Dengan senam ini generasi Lansia di Ngawi bisa terus sehat dan panjang umur,” katanya.

Dikesempatan yang sama Ketua SSI Ngawi, Kusmantoro katakan kegiatan ini akan menjadi agenda  rutin empat bulan sekali. “Kegiatan pertama sudah dilakukan di Kediri, tepatnya, Tanggal 12 Agustus 2018 lalu, dan yang kedua di Ngawi ini,” jelas Kusmantoro.

Selain senam bersama juga ada pemeriksaan kesehatan gratis  yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, juga pemberian tiket wisata gratis disejumlah tempat di Ngawi diantaranya Wisata Tawun dan Musium Trinil. (red/Kominfo)

Wayang Kulit “Semar Mbangun Khayangan”, Meriahkan Sosialisasi JKN di Ngawi Bupati Ngawi : Hak Dasar Masyarakat Harus Diperhatikan dan Diayomi

di %s Seni Budaya 71 views

Untuk optimalkan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar Sosialisasi yang dikemas dalam pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan Dalang Ki Warseno Slenk mengambil lakon Semar Mbangun Khayangan di Alun – Alun Merdeka Ngawi, Sabtu (19/01).

Hadir dalam acara ini Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemen kominfo RI, Dr. Wiryanta jelaskan bahwa sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan masyarakat tentang penyelenggaraan sistem JKN. “Salah satu tugas Kementerian Kominfo adalah melakukan sosialisasi visi misi dan program strategis pemerintah kepada masyarakat yang tertuang dalam Inpres Tahun 2015,” jelas Wiryanta. Dan, JKN merupakan salah satu program strategis nasional.

Lebih lanjut, Wiryanta katakan pertunjukkan wayang kulit menjadi salah satu sarana tepat untuk media sosialisasi karena bisa bertatap muka secara langsung dengan masyarakat, “Kalau kita gunakan di media yang mainstream seperti surat kabar atau media online, atau forum lainnya itu hanya sifatnya mengajak, tapi kalau ingin mengubah perilaku tentunya dengan tatap muka akan lebih efektif, termasuk dengan wayang ini,”ungkapnya.

Sementara Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa hak dasar masyarakat itu harus diperhatikan dan diayomi dengan betul, “Jangan sampai ada satupun masyarakat yang lolos dari perhatian Pemerintah baik pusat maupun daerah terkait program serta fasilitas kesehatan yang diberikan,”tandasnya.

Dikesempatan yang sama, juga hadir Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo katakan pihaknya juga berperan dalam mensosialisasikan program pemerintah, salah satuya JKN ini. “Selain itu juga program lain yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat, terutama di desa, seperti Program Keluarga Harapan, bantuan Dana Desa,” terangnya.

Dalam acara sosialisasi ini, Kepala BPJS Cabang MadiunTarmuji sampaikan bahwa program BPJS merupakan program kesehatan yang sifatnya gotong – royong, yang prinsipnya kebersamaan, “Disini kami sampaikan kemasyarakat, kalau bisa jangan pas sakit, baru mendaftar,” ucapTarmuji.

Masih menurut Tarmuji berdirinya BPJS Kesehatan berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS Pasal 14 yang menyatakan bahwa setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 bulan di Indonesia, wajib menjadi peserta program Jaminan Sosial.

Hadir juga dalam acara ini, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, Sekda Kabupaten Ngawi, Mokh.Sodiq Triwidiyanto, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Ngawi, Kepala OPD, Camat dan Kepala UPT Puskesmas se kabupaten Ngawi dan masyarakat.

Untuk menarik perhatian masyarakat dalam sosialisasi ini, panitia menyediakan beragam doorprize yang dibagikan saat digelar dialog interaktif disela pertujukan wayang. (red/kominfo)

Bappelitbang Ngawi, Gelar Sosialisasi Mekanisme Perencanaan Pembangunan Daerah

di %s Sekitar Kita 140 views

Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbang) Kabupaten Ngawi gelar Sosisalisasi Mekanisme Perencanaan Pembangunan Daerah untuk menyamakan persepsi Organisasi Perangkat Daerah dalam merumuskan Rencana Kerja dan Rencana Strategi yang mendasar pada Peraturan Menteri Dalam Negeri  Nomor 86 Tahun 2017  bertempat di Notosuman Convention pada Kamis, (17/01).

Hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Kasubdit  Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Wilayah Jawa dan Bali Bob RF Segala, Kepala Bappelitbang Kabupaten Ngawi, Indah Indah Kusumawardani, Asisten Administrasi Umum Sekda Kab. Ngawi, Hermiati Retno Sriwulan serta Kepala Sub Bagian Perencanaan OPD se Kabupaten Ngawi.

Mokh. Shodiq jelaskan bahwa perencanaan itu menjadi suatu hal yang paling penting di setiap OPD, “Perencanaan ibarat roh dari OPD, kalau kita tepat dalam merencanakan maka sasaran bisa tercapai 50 persen, tapi kalau salah maka kita akan tertinggal dan sulit untuk mengejarnya,” ungkapnya.

Sekda berharap dengan sosialisasi ini OPD dapat mendekati capaian 100 persen, “ Dari awal itu perencanaan harus disiapkan secara matang dan betul, sehingga untuk pelaksanaannya juga bisa dijalankan dengan benar,” tandas Sekda. Lebih lanjut, Mokh Sodiq sampaikan bahwa terkadang perencanaan sudah dilakukan secara betul saja, masih ada evaluasi, “Makanya di ini kita lakukan sosialisasi ini, agar bisa ideal sekaligus menyamakan persepsi setiap OPD dalam melaksanakan kegiatan, dan sesuai target seratus persen,” jelasnya.

Sementara Kepala Bappelitbang, Indah Kusuwardani mengungkapkan kegiatan ini dilakukan untuk akselerasi pembangunan daerah yang menuntut peningkatan kapasitas dalam perencanaan, “Dan, tercapainya konsistensi dokumen perencanaan antara Renja dan Renstra, selain itu juga antara RKPD dan RPJMD sehingga tercapai target kinerja daerah terutama untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya (red/kominfo)

Go to Top