Pemkab Ngawi Adakan Talent Pool Untuk Penuhi Kebutuhan ASN Profesional
Aparatur Sipil Negara yang profesional menjadi tuntutan saat ini, untuk wujudkan ini Pemkab Ngawi Gelar Talent Pool bagi ASN bertempat di Gedung Inspektorat Lantai 2, Senin (17/9). Acara yang digelar selama dua hari ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ASN yang berkualitas dan memiliki inovasi yang tinggi serta profesional dalam menduduki jabatannya nanti, sekaligus pendataan potensi dan kompetensi para pegawai yang ada saat ini.
Tujuan diadakanya kegiatan ini yaitu untuk mendapatkan kelompok atau kandidat yang memenuhi persyaratan jabatan dan memiliki minat mengisi posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), selain itu kegiatan ini bermaksud untuk menjamin ketersediaan dan keberlangsungan penyelenggaraan fungsi Pemerintahan maupun Negara. Talent Pool ini juga termasuk program rutin yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).
Kegiatan ini bersifat wajib bagi ASN yang masih berada ditingkat pengawas maupun pelaksana, saat kegiatan berlangsung peserta diharap membawa alat tulis dan laptop. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari yaitu hari pertama uji gagasan dan kedua wawancara pada Selasa (18/9) ditempat yang sama.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah M Sodiq Triwidiyanto beserta Drs. Didik Darmawan Kepala Inspektorat Pemkab Ngawi Drs Yulianto Kusprasetyo selaku Kepala BKPP, Drs Abimanyu, M.Si selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi. Talent Pool ini diikuti 62 ASN dengan jabatan pengawasan dan 82 ASN dengan jabatan pelaksana.
Dalam sambutanya M Sodiq Triwidiyanto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pekerjaan rutin yang dilakukan PNS di lingkup OPD masing-masing, beliau juga berharap adanya kegiatan penyaringan peserta ini bisa meningkatkan kualitas serta mutu pekerjaan yang akan menjadi tanggung jawab masing-masing. “Agenda talent pool ini adalah upaya untuk menyeleksi calon pejabat dan sebagai masukan dalam data base kita,” ungkapnya.
“Proses penyaringan ini sebenernya tidak lah sulit apabila peserta tersebut melakukan pekerjaannya dengan sunguh-sunguh, karena soal yang diberikan adalah bagian dari pekerjaannya sehari-hari” tambahnya.
Sementara Kepala BKPP Ngawi, Drs Yulianto Kusprasetyo menjelaskan, data base hasil dari proses penyaringan talent pool nantinya. “Salah satu syarat menjadi pejabat harus mengantongi atau telah mengikuti penyaringan talent pool ini” terang Yulianto.
Bukan hanya mengantongi dari hasil nilai penyaringan talent pool, ASN juga dilihat bagaimana dalam menjalin hubungan dan komunikasi dengan rekan-rekan maupun atasanya. Yang menjadi prioritas dari penyaringan talent pool adalah inovasi dan kreatifitas dari ASN dalam menjalankan pekerjaannya. (Kominfo)
Sudah menjadi agenda tahunan, tiap malam 1 Suro atau 1 Muhharam Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar wayang kulit semalam suntuk, dengan lakon Durno Gugur oleh dalang Ki Joko Klenteng. Dan ini merupakan persembahan duta seni Kabupaten Ngawi untuk acara Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Senin (10/9). Selain wayang kulit acara ini juga dimeriahkan bintang tamu, komedian Kirun. Nampak antusiasme penonton menyaksikan wayang kulit ini, apalagi warga Ngawi yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.
Sementara Bupati Ngawi dalam sambutannya sampaikan rasa terimakasihnya atas kesempatan yang diberikan untuk Kabupaten Ngawi untuk terus mengisi hiburan kesenian dan budaya di TMII tiap tahunnya. Bupati juga mengapresiasi warga Ngawi yang meratau di Jakarta turut hadir dan meramaikan acara ini. “Kegiatan ini sangat luar biasa, sekaligus bisa menjadi wadah silaturahmi masyarakat Ngawi yang ada di Jakarta, juga bisa untuk melepas kangen kesenian yang didaerah,” katanya.
Untuk tingkatkan potensi wisata di Bulak Pepe Kecamatan Widodaren digelar acara Gumbrekan Mahesa yang diharapkan nantinya tempat ini akan menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Kabupaten Ngawi, Rabu (5/9). Gumbrekan Mahesa dan Karnaval Mahesa yang di ikuti 522 kerbau milik 65 warga.
“Saya juga berharap para peternak ini tidak menjual keluar tetapi menjual pada internal sendiri, sehingga tetap pada disini dan tetap dikembangkan serta bertambah populasinya,” tambahnya.