INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Monthly archive

April 2018

Kabupaten Ngawi Terima Penghargaan LPPD, 10 Besar Terbaik Se Jatim

di Sosial Politik oleh

Kabupaten Ngawi  terima penghargaan Prestasi Kinerja Status Sangat Tinggi berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2016 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pencapaian ini menjadikan Kabupaten Ngawi masuk 10 besar terbaik se Jawa Timur, membuktikan bahwa kinerja Pemkab Ngawi berkinerja baik. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Gubenur Jatim, Soekarwo kepada Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar saat Upacara Hari Otonomi Daerah XII di Halaman Kantor Gubenur Jatim, Jumat (27/4).

Kabupaten Ngawi berhasil mendapat nilai dengan skor 3.2400 berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100 – 53 tahun 2018 tentang Peringkat Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Secara Nasional, Wabup jelaskan bahwa penghargaan ini berdasarkan penilaian LPPD tahun 2016 yang dilakukan secara komprehensif dengan berbagai indikator, termasuk kontribusi kabupaten serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup pemkab Ngawi. “Penghargaan ini sungguh luar biasa, dan harus bisa menjadi motivasi bagi kita lebih baik lagi,” tutur Wabup.

Menurut Ony Anwar prestasi ini hasil kerjasama semua pihak mulai dari OPD, DPRD dan seluruh masyarakat. “Kami berharap penghargaan ini terus dapat dipertahankan, dan berupaya terus untuk dapatkan nilai yang lebih tinggi lagi,” harapnya.

Selain Kabupaten Ngawi, penghargaan ini juga diberikan kabupaten Madiun. Magetan, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Bojonegoro, Pacitan, Lamongan, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Tulungangung, Malang, Trenggalek, Gresik .Sedangkan untuk kota adalah Madiun, Kediri, Surabaya, Probolinggo, Blitar dan Malang.(kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Bupati Ngawi Hadiri Pengajian Kubro di Ngrambe

di Agama/Berita oleh

 

Ngawi 17 April 2018 di Lapangan Mangleng Kecamatan Ngrambe diselenggarakan Pengajian Kubro dalam Rangka Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Besar Muhammad SAW 1439H/2018 dengan menghadirkan Ustadz Drs. Amin Maulana Budi Harjono dari Semarang. Acara ini dihadiri Bupati Ngawi Ir. H.Budi Sulistyono, Ketua DPRD Dwi Rianto Djatmiko SH., Kepala OPD terkait dan warga masyarakat Ngrambe.
Dalam sambutanya Budi Sulistyono mengatakan bahwa hakekat peringatan Isro’ Mi’roj adalah bagaimana wahyu sholat yang diterima Nabi Muhammad SAW bisa dilaksanakan umat Islam, sholat dengan baik dan benar dan memiliki akhlak yang terpuji seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad. Turunnya wahyu Sholat adalah untuk memakmurkan hati dan pikiran umat, serta bagi umat yang berkecukupan materi yang paling penting adalah bersyukur atas semua rahmat dan karunia-Nya. (Bagian Humas dan Protokol)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Kabupaten Ngawi Luncurkan E – Retribusi Pasar

di Berita/Teknologi Informasi oleh

Pemerintah Kabupaten Ngawi terus meningkatkan komitmennya dalam mengelola pendapatan daerah secara transparansi dan akuntabel salah satunya dengan meluncurkan sistem pembayaran retribusi berbasis elektronik, E – Retribusi, Selasa (17/4) bertempat di Pasar Besar Ngawi.

Acara yang bertajuk Launching E-Retribusi Pasar adalah program dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi dengan menggandeng Bank Jatim sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam realisasinya. Hadir dalam acara ini Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulisyono, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, Sekretaris Daerah kabupaten Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Kepala Dinas Pasar, beserta Direksi Bank Jatim.

Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono dalam sambutannya menyampaikan bahwa E – Retribusi ini merupakan wujud pemerintah daerah mengkonversikan program pemerintah pusat untuk pembayaran non tunai, “E – Retribusi ini akan memudahkan pedagang, sekaligus meningkatkan kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat,” kata Bupati. Lebih lanjut, Budi Sulistyono mengatakan dengan program ini masyarakat lebih percaya karena uang yang ia bayarkan langsung masuk ke sistem tidak dibayarkan ke orang, bahkan bisa terpantau real time.

Pembayaran E – Retribusi Pasar ini diluncurkan dengan sebutan Non Tunai Andalanku Lebih Aman (NAKULA), saat ini baru ada 6 pasar yang bisa mengimplementasikan sistem ini, dari 20 pasar yang sudag terdaftar karena keterbatasan alat penggesek. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi melalui Kepala Bidang Tata Kelola Rokhim, SPd bahwa saat ini memang baru dilakukan 6 pasar, yakni Pasar Besar Ngawi, Beran, Gentong, Ngrambe, Walikukun, dan Kedunggalar. “Dengan sistem ini retribusi pasar lebih aman dan lebih akuntabel dam pertanggungjawabannya,” katanya disela acara. (Kominfo)

 

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Isro Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1439 H, Bupati Ajak Teladani Sifat Rasulluloh

di Agama/Berita oleh

Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah bertempat di Pendopo Wedya Graha, Senin (16/4). Tahun ini mengangkat tema “Dengan Hikmah Isro Mi’raj Kita Rajut Kebhinekaan untuk Menangkal Radikalisme di Kalangan Umat Beragama.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono, Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu, Dandim 0805 Letkol APH Hany Mahmudhi SE, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, pelajar SMA/SMK dan karyawan karyawati ASN.

Dalam sambutannya, Bupati Ngawi mengingatkan pentingnya hikmah peringatan Isro Mi’raj adalah wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW yaitu sholat fardlu lima waktu dalam sehari semalam. “Sholat fardlu dapat dilihat dari cara diturunkannya perintah sholat,  jelas sekali bahwa perintah sholat fardlu jauh lebih penting dan utama dari perintah Allah yang lainnya,” kata Bupati.

KH Imam Hambali berikan tausiyah dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Lebih lanjut, ia juga menandaskan bahwa perintah sholat fardlu langsung diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW tanpa melalui Malaikat Jibril. “Sedangkan perintah Allah yang lain cukup melalui perantara malaikat Jibril. Dengan sholat yang baik dan benar, maka kita akan mempunyai akhlak yang terpuji dan mampu mencontoh apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

“Beliau merupakan Uswatun Hasanah atau tauladan bagi seluruh umatnya dalam memimpin, membina, melayani umat atau masyarakat, baik yang beragama Islam maupun non Islam. Sehingga pada diri beliau tidak ada sedikitpun jiwa radikal, karena beliau sadar bahwa radikal akan bisa menyakiti dan merugikan umat,”beber Budi Sulistyono.

Senada dengan Bupati, Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya KH Imam Hambali yang didaulat memberikan tausiah, menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama dengan perdamaian. “Sebagaimana terjemahan dalam Al – Quran, Surat Ali Imron ayat 159,” kata Imam.

Imam menjelaskan terjemahannya “Maka berkat rahmat Allah, Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya Muhammad bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila Muhammad telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal,” katanya.

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
1 2 3
Go to Top