INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Tag archive

Pemilu

Gubernur Jatim, Berikan Santunan Ahli Waris KPPS Meninggal

di Berita/Sekitar Kita oleh

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berikan santunan bagi ahli waris Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS) dan Anggota TNI/POLRI yang meninggal dunia setelah menjalankan tugas saat Pemilihan Umum 2019, yang digelar 17 April silam di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/4).

Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ahli waris akan menerima santunan sebesar Rp. 15 juta dan juga diberikan piagam penghargaan, “Kami menyampaikan duka mendalam semoga semua tenaga pendukung Pemilu 2019 di Jatim ini, “Setiap pengorbanan pasti ada pahalanya, saya doakan semua tenaga yang gugur mendapat pahala dan kebaikan dari sisi Allah Subhanahu wata’ala,” kata Khofifah.

Disampaikan ada 53 petugas Pemilu dan dua diantaranya anggota Polri yang meninggal dunia, “Berdasarkan laporan dari Ketua KPU Jatim, ada 51 orang petugas dan dua orang anggota Polri yang meninggal saat menjalankan tugas, tapi ini saya dapat kabar sore ini, ada lima orang lagi yang meninggal,” terangnya.

Selain yang meninggal, Khofifah juga berikan perhatiannya untuk para petugas yang saat ini dalam keadaan sakit dan dirawat di sejumlah rumah sakit dan akan diberikan bantuan perawatan kesehatan. “Yang dirawat di rumah sakit juga banyak, kami sudah mengkoordinasikan rumah sakit daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik, dan dipastikan pembiayaan di cover daerah masing – masing,” tuturnya. Masih menurut Gubenur Jatim, jika pasien ini memerlukan rujukan maka pihaknya akan memberikan layanan secara gratis.

Tidak hanya santunan, Pemprov Jatim juga akan berikan beasiswa bagi anak – anak ahli waris yang masih sekolah mulai tingkat dasar hingga menengah, “Kami akan koordinasikan dengan Kabupaten atau Kota terkait, sedangkan untuk yang jenjang atas di cover oleh Pemprov,” tuturnya.

Nampak suasana haru selama acara berlangsung silaturahmi, karena tidak sedikit ahli waris yang hadir meneteskan air mata saat penyerahan piagam dan cinderamata. (nf/kominfo)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Pemkab Ngawi ,TNI dan Polri Bersinergi Jaga Pemilu 2019, Aman, Damai dan Kondusif

di Berita/Kabar Ngawi oleh

Pemilihan Umum 2019 yang akan digelar serentak tinggal sebulan lagi, untuk mewujudkan keadaan yang aman dan kondusif, Kepolisian Resor (Polres) Ngawi gelar Tabligh Akbar dengan penceramah KH Ma’aruf Islamuddin pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Sragen, Selasa (5/02) bertempat di halaman Polres Ngawi.

Hadir dalam acara ini, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tokoh agama, dan masyarakat, serta warga sekitar Ngawi.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono dalam sambutannya katakan antara Pemerintah Daerah, TNI dan Polri telah bersinergi untuk sukseskan Pemilu 2019 mendatang. “Hal ini telah menjadi komitmen kami untuk mengawal jalannya Pemilu 2019 aman dan kondusif,” kata Bupati.

Lebih lanjut, Budi Sulistyono jelaskan situasi yang aman dan damai dalam Pemilu 2019 nanti tidak hanya bergantung pada aparat saja, tetapi juga peran serta masyarakat dalam keikutsertaannya menjaga situasi Pemilu yang akan datang tetap aman, damai dan kondusif.  “Sebab, peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu tidak sebatas memberikan suara saja, tetapi juga mengawal agar pelaksanaanya sesuai dengan peraturan perundang – undangan dan suara yang diberikan ikut menentukan hasil Pemilu,” jelasnya.

Sementara itu Kapolres Ngawi Pranatal Hutajulu sampaikan peran Polisi sebagai pelindung dan mengayomi masyarakat menjamin keamanan Pemilu hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS), “TNI dan Polri siap mengamankan jalannya Pemilu hingga tingkat TPS. Kami menjamin keamanan semua hak warga masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,” ungkap Kapolres.

Terkait banyaknya  isu atau hoax jelang Pemilu, Pranatal berpesan agar masyarakat jangan langsung percaya dan menyebarkannya, harus di teliti dulu kebenarannya, “Ketika dapatkan postingan jangan langsung di sebarkan tapi dicek dahulu karena itu nanti justru akan menjadi boomerang untuk diri kita sendiri,” tandasnya. Disamping itu, Kapolres menghimbau masyarakat untuk datang ke TPS dan gunakan hak pilihnya. “Masyarakat Ngawi tidak boleh tidak nyoblos,” pungkasnya. (nf/kominfo)

 

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0

0



Banwaslu Gelar Sosialisasi (Perbawaslu) Nomor 4 Tahun 2014 “Maksimalkan Peran dan Fungsi Pengawasan Pemilu 2019”

di Sekitar Kita oleh

Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Ngawi gelar Sosialisasi Peraturan Badan Pengawas Pemilu (Perbawaslu) Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pemantauan Pemilihan Umum. Acara di laksanakan di Ruang Sadewa RM. Notosuman Ngawi, Selasa (4/12).

Sosialisasi ini dilakukan untuk memaksimalkan peran dan fungsi pengawasan, disamping memberikan informasi kepada masyarakat bahwa selain Bawaslu, masyarakat juga menjadi pemantau pelaksanaan Pemilu. Selain itu, masyarakat juga berperan penting dalam menyukseskan pesta demokrasi 2019 yang akan datang

“Saya berharap setelah sosialisasi ini semua yang hadir disini tertarik untuk berpartisipasi dalam mengawal Pemilu 2019 mendatang,” ujar Moh.Amin Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur sekaligus narasumber dalam acara ini. Karena dalam pelaksanaan demokrasi dinegara ini harus dipantau dan diketahui progress nya terkait pemahaman dan praktik demokrasi tersebut dilakukan. Makanya, peraturan ini ditetapkan, “Juga untuk mengetahui  sejauh mana proses Pemilu dapat di validasi dan di pertanggungjawabkan,” jelasnya panjang lebar.

Moh. Amin juga sampaikan bahwa partisipasi masyarakat dalam Pemilu itu sangatlah penting, disamping sosialisasi tentang Pemilu. Sebab, Pemilu adalah ujung tombak demokrasi.  “Negara kita adalah negara demokrasi, dan pemimpinnya dipilih saat Pemilu. Sehingga para pemilih yang terdaftar merasa memiliki kewajiban menggunakan hak pilihnya, dan Pemilu itu bukan hak tapi kewajiban” lanjutnya.

Juga hadir dalam acara ini, Ketua Bawaslu Kabupaten Ngawi yang diwakili Divisi Sengketa, Drs. Suyatno, Anggota Bawaslu Prov. Jatim  dan Budi Sunaryanto yang sekaligus menjadi narasumber , serta diikuti 60 peserta yang meliputi Organisasi Masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi dan Organisasi Kepemudaan (OKP). (np/kominfo)

 

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0

0



Go to Top