INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Tag archive

Banjir

OPD Kabupaten Ngawi Berikan Bantuan Korban Banjir di 6 Kecamatan

di Kabar Ngawi oleh

Untuk ringankan beban korban terdampak banjir akibat luapan sungai Madiun, OPD se Kabupaten Ngawi salurkan bantuan ke 25 desa yang tersebar di 6 Kecamatan  melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, Jumat (08/3).

Menurut Plt. Kepala BPBD Ngawi, Eko Heru Tjahjono bantuan yang diberikan ini berupa makanan pokok, obat – obatan dan kebutuhan lain yang dibutuhkan korban banjir. “Bantuan yang terkumpul saat ini, lumayan cukup banyak terutama bahan makanan. Tapi, kami juga meminta berupa makanan bungkusan atau nasi bungkus, karena akan lebih mudah dan bisa langsung didistribusikan,” ungkap Heru.

Heru jelaskan semua bantuan saat ini memang dipusatkan di BPBD, untuk lebih memudahkan pendataan dan penyalurannya, “Tapi kami juga tidak menghalangi bagi siapa saja, yang ingin menyampaikan secara langsung, monggo,” lanjutnya.

Menurutnya yang terpenting bantuan yang diberikan terdeteksi, untuk memudahkan evaluasi kebutuhan yang ada dilapangan, “Kami terus lakukan komunikasi dengan rekan- rekan yang ada di lokasi bencana, agar semua dapatkan bantuan atau dapur umum mana saja yang perlu disuplai bahan makanan untuk warga, maka akan segera kita kirim,” tuturnya.

Selain itu, saat ini yang masih terkendala adalah bantuan untuk balita karena ketersediaannya masih minim, “Kebutuhan untuk balita memang masih kurang, belum dapat memenuhi semuanya, seperti popok bayi sekali pakai, susu dan makanan lunak,” ungkapnya.Tapi, Heru tandaskan pihaknya akan terus upayakan kebutuhan balita tersebut terpenuhi, “Kita akan terus upayakan, untuk keperluan balita ini, jangan sampai tidak,” ujarnya.

Sedangkan untuk keperluan obat –obatan dan pemeriksaan kesehatan, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, “Kami terus berkoordinasi dengan lintas OPD terkait bantuan untuk warga yang kebanjiran ini. Bahkan seperti yang diminta pimpinan untuk sediakan makan tiga kali sehari. Dan, nantinya tiap OPD akan bergiliran untuk menyediakannya,” pungkasnya. (Nn/kominfo)

Informasi Posko Penerimaan Bantuan

di Pengumuman oleh

Bupati Ngawi Tinjau Banjir di Kwadungan

di Berita oleh

Akibat meluapnya sungai Madiun yang melintasi Kabupaten Ngawi, tercatat 20 desa dari 6 Kecamatan terendam banjir diantaranya Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Geneng, Karangjati, Padas dan Ngawi.

Menurut data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, dua puluh desa yang terkena banjir diantaranya adalah desa Simo, Purwosari, Dinden, Tirak, Sumengko, Waruk Kalong, Kendung, Karangsono, Njenangan, Pleset, Waruk Tengah, Ngompro, Babadan, Gandri, Klitik, Dempel,Kresikan, Sembung, Bendo dan Mangunharjo.

Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi lakukan tinjauan langsung ke wilayah yang terdampak banjir, Kamis (7/03). Bupati beserta rombongan pertama kali menuju Pos Komando (posko) banjir di Kantor Desa Waruk Kalong, Kwadungan yang dipakai untuk dapur umum untuk pengungsi atau warga yang kebanjiran.

Namun, di posko ini belum nampak ada pengungsi sebab warga  masih merasa aman, jadi masih tinggal di rumah masing –masing. Sementara di posko desa Jenangan, terdapat puluhan pengungsi yang berasal dari dusun Soren, sebab menurut salah satu warga mengatakan ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa.

Disela tinjauan ini, Bupati Ngawi Budi Sulistyono sampaikan yang paling utama bantuan bagi korban banjir adalah makanan selain menghitung berapa lahan pertanian warga yang gagal panen akibat banjir ini.“Yang kita bantu tentu yang terdampak banjir, dan makanan adalah yang paling utama. Selanjutnya menghitung warga yang saatnya panen karena banjir tidak bisa panen itu yang harus juga mendapat perhatian,” ujar Bupati.

Masih menurut Bupati, banjir kali ini terjadi diakhir masa panen, jadi tidak banyak petani yang terdampak, “Alhamdullilah, saat ini sebagian petani sudah panen, kalau banjirnya di awal kemarin tentunya akan banyak yang gagal panen,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Budi sulistyono katakan petani yang tidak jadi panen akibat banjir, tidak boleh dirugikan  harus ada ganti rugi agar mereka bisa hidup kembali.“Warga petani yang sudah keluarkan tenaga, biaya, dan pikiran tidak boleh dirugikan, harus ada ganti rugi agar tidak terhenti kehidupannya berproses di dalam pertanian,” ujar Budi Sulistyono.

Selain itu, Bupati jelaskan untuk mengatasi banjir di wilayah ini harus dilakukan secara serentak dan optimal, dengan membuat resapan air didaerah yang lebih tinggi, “Resapan air ini harus kita optimalkan tapi diatas sana, sebab banjir yang terjadi disini adalah kiriman atau banjir lewat,” tuturnya.

Sementara Sekretaris BPBD Ngawi, Hartono mengungkapkan pihaknya saat ini terus lakukan assessment dan evakuasi pada warga yang rumahnya terendam banjir, “Ada sekitar tiga ribu warga, dari 6 kecamatan yang terdampak banjir. Dan, kami akan dalam keadaan siaga penuh serta menghimbau warga jangan panik untuk selamatkan diri dulu,” katanya

Hartono juga sampaikan BPBD juga telah membuka dapur umum dibeberapa tempat, seperti desa Waruk Kalong, Jenangan dan Waruk Tengah, “Kami pun juga lakukan pendistribusian dan suplai bantuan kesetiap dapur umum,” pungkasnya. (Nn/kominfo)

 

Gubenur Jatim, Tinjau Banjir Kwadungan, Minta Masyarakat Sabar dan Ikhlas

di Kabar Ngawi oleh

Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disela tugasnya sempatkan tinjau korban banjir di desa Jenangan Kecamatan Kwadungan, didampingi Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngaw, Ony Anwar, Sekretaris Daerah Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto, Kepala BPBD Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono beserta Forkopimda Ngawi, Kamis (7/3).

Khofifah ingin memastikan secara langsung kondisi wilayah yang terdampak banjir akibat luapan sungai Madiun ini. Di tempat ini, Gubenur Jatim juga berikan bantuan sembako dan menyapa warga yang terkena musibah.

Dikesempatan ini Khofifah meminta masyarakat untuk bisa living harmony with disaster, karena memang kondisi ini tidak bisa dihindari mengingat topografi disebagian wilayah Jatim. “Saat ini kita harus mengetahui bahwa di Jatim, bencana tertinggi yang mungkin terjadi adalah banjir serta menjadi peringkat teratas yang sering terjadi disini,” bebernya.

Masih menurut, Khofifah saat ini yang tidak kalah penting terkait antisipasi banjir, pihaknya sekarang tengah membuat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jatim, digunakan untuk menunjukkan Kabupaten mana saja yang mampu menyediakan lahan sudetan sungai Bengawan Solo. “Sekarang sudetan sungai Bengawan Solo baru ada dua, yang ada di Kabupaten Bojonegoro dan Sidayu Lawas Gresik, masih perlu tiga sudetan lagi,” jelasnya.

Seperti yang disampaikan Khofifah, bahwa akan lakukan kerjasama dengan provider telekomunikasi terkait peringatan dini banjir atau early warning system  melalui telepon genggam. “Dengan system semacam ini, masing – masing daerah yang rawan banjir bisa waspada dan bisa mengantisipasi datanganya banjir lebih dini,” terangnya.

Tidak lupa, Khofifah juga berikan semangat dan dukungan untuk pengungsi, dan minta agar anak – anak bisa segera masuk sekolah lagi, supaya tidak tertinggal pelajaran, “Saya doakan panjenengan semua selalu diparingi sehat tetap sabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian ini,” tambahnya.

Sementara Bupati Ngawi, Budi Sulistyono menyampaikan ada sekitar 20 desa yang terkena banjir, dan 400 kepala keluarga telah dievakuasi, baik di penampungan ataupun dirumah keluarganya. “Respon terhadap tanggap bencana ini sangat luar biasa, mulai dari gejala awal sudah disosialisasikan, adanya dapur umum yang disiapkan Pemerintah daerah maupun masyarakat. Dan, sinergitas antara Armed, Kodim dan Polisi juga sudah intens bentul sejak awal terhadap indikasi banjir ini,” ungkap Bupati.

Budi Sulistyono juga sampaikan ucapan terima kasihnya, untuk kedatangan Gubenur Jatim di lokasi banjir ini, “Terima kasih Ibu Gubenur atas supportnya untuk warga Ngawi. Dan, saya berharap warga yang berada dipenampungan ini tidak akan lama,” katanya.

Usai tinjau daerah yang terdampak banjir di Kecamatan Kwadungan, Khofifah juga akan melihat secara langsung banjir yang terjadi di Kabupaten Ponorogo serta tol Madiun – Surabaya yang juga terdampak banjir. (Nn/Nf/kominfo)

 

Go to Top