
KPU Gelar Syukuran Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilh

Ngawi, Setelah menggelar pesta demokrasi dalam pemilhan Bupati dan wakil Bupati Ngawi yang dilakukan pada 9 Desember 2015, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara syukuran tentang penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang dilakukan di Pendopo Widya Graha, Selasa (22/12/2015). Syukuran ini di hadiri oleh pasangan Bupati terpilih, Anggota Forpimda, Ketua KPU, Ketua partai politik, dan Kepala SKPD.
Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan untuk mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan pesta demokrasi Pilkada serenta yang dilakukan di Kab.Ngawi dan penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Syamsul Wathoni juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh kepala SKPD yang ikut berpartisipasi mensosialisaikan kepada masyarakat untuk hadir ke TPS dan memberikan hak suaranya dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2016-2021. Lebih lanjut ketua KPU mengatakan penetapan Bupati dan Wakil Bupati dilakukan lebih cepat karena tidak ada gugatan dari pihak pasangan Bupati da Wakil Bupati yang kalah, Dengan demikian berkas-berkas akan segera diserahkan kepada DPRD yang nantinya akan diserahkan ke Kemendagri.
Ucapan rasa terima kasih kepada kinirja KPU dalam menggelar pesta demokrasi Pilkada tahun ini juga disampaikan oleh Pj Bupati Sudjono dalam sambutannya. Selain itu Sudjono juga memberikan apresiasi kepada para anggota Kepolisian, TNI, Linmas dan Kepala SKPD yang telah memberikan waktunya untuk mengamankan dan memberikan sosialisasi kepada para masyarakat dalam memberikan hak suaranya untuk menentukan Kepala Daerah 5 tahun kedepan.
Bupati terpilih Budi Sulistyono (Mbah Kung) dalam kesempatan ini juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama antar satker dalam mensukseskan Pilkada serentak yang ada di Kab.Ngawi. Dengan kerja keras dan kerja sama satker yang baik ini meningkatkan prosentase masyarakat untuk datang dan memberikan hak suaranya.
KPU Tetap Paslon Kanang – Ony Jadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
Ngawi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi menetapkan pasangan Ir. Budi Sulistyono dan Ony Anwar, ST sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngawi terpilih periode 2016-2021. Penetapan pasangan OK dilakukan dalam rapat pleno terbuka KPU di Gedung RM. Notosuman Watualang , Senin (21/12). Dimana setelah sebelumnya menggelar rekapitulasi perhitungan suara dari 19 kecamatan yang digelar di pada Senin 16 Desember 2015.
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara itu, pasangan nomor urut 1 ini unggul dalam perolehan suara Jagoan Partai PDI ini meraih dukungan terbanyak, dengan jumlah perolehan suara sebanyak 454,041 suara atau 87,65 persen dari jumlah 517,999 surat suara.
Kemudian, pasangan calon nomor urut dua Agus Bandono– Adi Susila dengan jumlah perolehan suara sebanyak 63,958 suara atau 12,35 persen,
Perhitungan suara secara manual yang digelar KPU tersebut, tidak jauh berbeda dengan hasil quick qount (hitung cepat) lembaga survey pada saat pencoblosan yang memenangkan OK dengan persentase perolehan dukungan suara 87 persen.
Ketua KPU Syamsul Wathoni yang memimpin rapat pleno terbuka menyampaikan, dengan hasil perolehan suara tersebut, maka KPU langsung menetapkan Ir. Budi Sulistyono – Ony Anwar, ST sebagai calon bupati dan wakil bupati terpilih periode 2016-2021. Pada Pilkada yang digelar Tanggal 9 Desember 2015, Kabupaten Ngawi menempati urutan ketiga di Jawa Timur tentang presentanse kehadiran pemilih dengan angka 74,39 persen. Untuk urutan pertama diraih Kabupaten Blitar, Kabupaten Pasuruan dan urutan ketiga Kabupaten Ngawi.
Upacara Hari Bela Negara 2015 di Pendopo Widya Graha
Ngawi, 21 Desember 2015 di Halaman Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi diselenggarakan Upacara Hari Bela Negara 2015. Upacara dengan Inspektur Upacara Dwi Rianto Djatmiko Ketua DPRD Kabupaten Ngawi ini, diikuti oleh Sekda Dr. Siswanto, Seluruh Kepala SKPD, Uspimda Kabupaten Ngawi dan Karyawan/Staf Pemkab Ngawi .
Dalam sambutannya (membawakan Pidato Presiden RI) Dwi Rianto mengatakan bahwa Undang-undang/Konstitusi mengamanatkan setiap warga negara untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, dimana amanat konstitusi itu tidak lahir dari ruang kosong tetapi berakar dari sejarah perjuangan bangsa. Negara Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai negara/bangsa yang berdaulat atas perjuangan seluruh kekuatan rakyat, mulai dari petani, pedagan kecil,nelayan dan rakyat lainya untuk membela tanah air. Bapak Perjuangan Rakyat dalam membela tanah air tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa , 66 tahun yang lalu tepatnya tgl 19 desember 1948, atas prakarsa MR. Sarifudin Prawira Negara dibentuklah pemerintah darurat Republik Indonesia(PDRI) di Sumatra Barat, langkah tersebut adalah upaya untuk melangsungkan hidup negara sekaligus menunjukan kepada dunia internasional bahwa Negara RI masih exsis, menunjukan bahwa membela negara tidak hanya dilakukan secara militer dengan senjata, tetapi dilakukan oleh warga negara biasa melalui upaya-upaya nonmiliter, politik dan diplomasi.