Sinergi ratusan personel gabungan TNI, Polri, dan masyarakat resmi dimulai lewat Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Jatipuro Kecamatan Karangjati, Selasa (13/10/2026), yang dihadiri langsung oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga dan mempercepat pembangunan infrastruktur desa.
Membutuhkan waktu pengerjaan selama satu bulan hingga 11 November 2026, program ini menyerap anggaran sebesar Rp3,2 miliar. Prioritas utamanya berfokus pada perbaikan akses dan kebutuhan pokok warga, meliputi pembangunan jembatan sepanjang 24 meter dengan lebar 4,8 meter, jalan paving 346 meter, serta talud 100 meter. Pengerjaan tersebut juga disempurnakan dengan pembuatan lima titik sumur bor, pembenahan lima rumah warga, pengelolaan satu hektare lahan pangan, hingga aksi pembersihan lingkungan secara serentak.
Bupati Ngawi menjelaskan bahwa skema gotong royong dalam TMMD terbukti jauh lebih efisien dibandingkan pengerjaan proyek secara kontraktual.
“Ketika dikerjakan oleh masyarakat, oleh TNI, dan berbagai elemen lain, kita bisa menghemat kurang lebih Rp500 juta,” kata Ony.
Dari total alokasi dana, dukungan anggaran bersumber dari Pemkab Ngawi sebesar Rp2,8 miliar dan Markas Besar TNI sekitar Rp338,3 juta.
Sementara itu, Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Madiun Kolonel Arm Untoro Hariyanto menuturkan bahwa penentuan lokasi TMMD merupakan hasil usulan berjenjang dari tingkat desa hingga disetujui pemerintah daerah. Sebanyak 150 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan, dibantu sekitar 250 warga dan instansi terkait setiap harinya.
“Intinya gotong royong, sama-sama kita membangun desa di wilayah Desa Jatipuro,” ujar Untoro.
Tak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, TMMD ke-130 turut menghadirkan beragam kegiatan nonfisik. Mulai dari edukasi wawasan kebangsaan, hukum, pertanian, keagamaan, kesehatan, dan keluarga berencana, hingga pelayanan administrasi kependudukan bagi warga setempat.
Melalui integrasi pembangunan infrastruktur dan penyuluhan publik ini, Desa Jatipuro diharapkan dapat tumbuh lebih mandiri dengan aksesibilitas yang lebih baik serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang optimal.