Budidaya perikanan sistem bioflok dan pengembangan hortikultura menjadi strategi Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk membangun ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi desa. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab persoalan keterbatasan produksi pangan, lapangan kerja, dan rendahnya nilai tambah hasil usaha masyarakat pedesaan.
Komitmen itu ditunjukkan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono saat meninjau rangkaian kegiatan penguatan ketahanan pangan di Desa Kauman, Kecamatan Sine, Kamis (18/12/2025). Kegiatan tersebut meliputi Ground Breaking Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), tebar benih lele sistem bioflok, serta penanaman bibit pepaya.
Agenda ini merupakan bagian dari program penguatan swasembada pangan melalui budidaya ikan tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dukungan KKP diwujudkan melalui penyediaan 24 unit kolam terpal bioflok yang diperuntukkan bagi petani dan peternak milenial Desa Kauman.
“Program ini kami dorong untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya generasi muda,” kata Ony.
Menurut Ony, penguatan sektor pangan berbasis desa juga berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat. Ia menyebut ini menjadi rantai yang sejalan dengan agenda Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Ngawi yang membutuhkan pasokan pangan lokal berkelanjutan.
“Dengan produksi yang kuat, kebutuhan gizi masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri,” ujarnya.
Selain sektor perikanan, Pemkab Ngawi turut mengintegrasikan penguatan pangan dengan sektor hortikultura melalui penanaman bibit pepaya serta dibangunnya Gerai KDKMP sebagai sarana pemasaran hasil produksi. Sehingga diharapkan membentuk ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Kegiatan dihadiri Ketua Tim Kerja Pembiayaan dan Kelembagaan Direktorat Prasarana dan Sarana Ditjen Perikanan Budidaya KKP Darma Utama, Kepala Dinas Koperasi UKM, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, serta jajaran Forkopimcam Sine.