Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab Ngawi Perkuat Benteng Siaga Lereng Lawu

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 545 views
Banner

Mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memimpin Apel Siaga Penanggulangan Karhutla 2026 di Kawasan Senggon Hills, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kesiapan Pemkab Ngawi menghadapi potensi kebakaran di lereng Gunung Lawu.

Pemindahan lokasi apel dari kawasan kota ke Senggon Hills menjadi bagian dari strategi untuk mendekatkan koordinasi dengan titik kerawanan sekaligus memastikan seluruh unsur siap menghadapi kondisi di lapangan.

“Dengan hadir langsung di Senggon Hills, kami ingin menyatukan langkah dan membangun kewaspadaan bersama bahwa ancaman karhutla itu nyata, terutama di wilayah lereng Lawu,” kata Antok.

Kebijakan tersebut sejalan dengan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla Tahun 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Ngawi Nomor 100.3.3.2/216/404.101.2/B/2026. Status berlaku sejak 2 Juli hingga 30 November 2026 dan merupakan tindak lanjut kebijakan siaga Karhutla di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Antisipasi juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, Perhutani, OPD terkait, akademisi, media massa, dan 26 kelompok relawan kebencanaan. Bersamaan dengan apel, BPBD Ngawi melanjutkan pembahasan Rencana Kontinjensi (Renkon) Karhutla serta persiapan Renkon Bencana Tanah Longsor.

Perlindungan hutan menjadi perhatian penting karena 91 dari 213 desa dan empat kelurahan di Kabupaten Ngawi merupakan desa hutan. Kondisi ini mendorong penguatan edukasi masyarakat, pencegahan kebakaran, dan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.

Antok mengapresiasi sinergi TNI, Polri, Perhutani, relawan, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang berperan dalam menjaga hutan Ngawi. Ia berpesan agar seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kewaspadaan dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Menjaga hutan dan lereng Lawu membutuhkan kepedulian dan kerja bersama. Kesiapan kita hari ini menjadi bagian dari ikhtiar melindungi lingkungan dan memastikan kawasan tersebut tetap aman bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Melalui apel siaga, koordinasi lintas sektor, dan penyusunan rencana kontinjensi, Pemkab Ngawi terus membangun kesiapan menghadapi potensi Karhutla. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan hutan sekaligus menekan risiko kebakaran di lereng Lawu sejak dini.

Sebar dan Bagikan :

Shares