
Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat menghadiri PPM Awards IAI Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Senin (10/8/2026).
Sebanyak 144 mahasiswa IAI Ngawi diterjunkan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) di seluruh desa di Kecamatan Padas. Antok mengapresiasi program tersebut yang dinilai membawa ilmu, motivasi, serta inovasi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, inovasi mahasiswa dapat dikembangkan di berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan, digitalisasi, pemanfaatan limbah, hingga pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Karena itu, hasil pengabdian diharapkan tidak berhenti sebagai aktualisasi akademik, tetapi dapat terintegrasi dengan pembangunan daerah.
“Konsep intelektual organik ini harus kita dorong, sehingga inovasi yang diberikan bukan hanya sekadar aktualisasi, tetapi benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai penopang dan penggerak ekonomi lokal,” jelasnya.
Berbagai inovasi tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari inovasi daerah melalui proses verifikasi, validasi, dan asesmen. Kolaborasi pemerintah desa, perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan, dan OPD menjadi kekuatan dalam mendorong inovasi. Pemkab Ngawi juga mendukung perkembangan IAI Ngawi, termasuk upaya alih status menjadi universitas.
“Pendidikan menjadi bagian yang sangat penting bagi masa depan generasi muda dan kemajuan bangsa. Sesuai dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tentu kita memberikan dukungan terhadap perkembangan institusi pendidikan yang ada di Kabupaten Ngawi,” katanya.
Melalui sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah, hasil pengabdian, penelitian, dan inovasi diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang memberi dampak langsung bagi masyarakat serta mendukung kemajuan ekonomi dan pembangunan Kabupaten Ngawi.