Srikandi Sabet Juara Favorit
Group musik kolintang Srikandi Kab. Ngawi dibawah binaan Antiek Budi Sulistiyono dalam Festival kolintang yang diselenggarakan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Timur berhasil masuk grand final menyabet juara favorit yang diselenggarakan selama dua hari mulai tanggal 20 s/d 21 April 2013 bertempat di Grand City Mall Surabaya.
Festival ini diikuti 29 group kolintang dari organisasi wanita se Jatim, dan pada grand final tinggal 12 group. Growop kolintang Kab. Ngawi dalam babak penyisihan membawakan lagu wajib Jawa Timur Membangun dan1 lagu pilihan wajib pop Sakura karya Faris RM. Sedangkan pada grand final ditambah lagu pilihan wajib daerah Pak Tani karya Koes Plus.
Kriteria penilaian dalam Festival ini meliputi penyajian aransemen musik, teknik, vokal, pembawaan dan penampilan. Adapun yang keluar sebagai juara I adalah grou musik kolintang PIK PG Gersik dengan nilai 626 mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar 5 juta. Juara II groupmusik kolintang Jala Nada dari Jalasinasri Armada Timur mendapatkan piagam dan uang pembinaan 4 juta, juara III group musik Gita Damar Nada dari DWP Provinsi Jatim mendapatkan piagam penghargaan dan uang uang pembianaan 3 juta, juara harapan 1 dari Surabaya mendapat piagam penghargaan dan uang pembinaan 2,5 juta, juara harapan II dari Sidoarjo mendapat piagam penghargaan dan uang pembinaan 1,5 juta, juara harapan III dari Dinkes Kota Surabaya mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan 1 juta, sedangkan sebagai juara favorit dari group kolintang Srikandi Kab. Ngawi mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan 1,5 juta.
Ketua BKOW Jatim Fatma Saefullah Yusuf mengatakan, “Musik kolintang ini merupakan musik asli Indonesia yang berasal dari Minahasa yang wajib dilestarikan agar tidak punah yang menunjukkan salah satu kepribadian bangsa atau sebagai jati diri bangsa Indonesia”, tegasnya.
Pada grand final hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono SH, M.Hum, Kasarmatim Laksamana Pertama TNI Darwanto SH, MAP dan Komandan Komando Pendidikan dan Pengembangan Angkatan Laut (Dankobagdikal) Laksamana Muda TNI Djoko Teguh Wahojo.
Antiek Budi Sulistyono selaku pembina group musik kolintang Srikandi Kab. Ngawi mengatakan, “Dengan keberhasilan group kolintang Srikandi menyabet juara favorit merupakan suatu kebanggan masyarakat Ngawi, akan terus rutin mengadakan latihan dan group ini akan ditampilkan pada upacara resepsi kemerdekaan RI, hari jadi dan even-even lain”, ungkapnya. (tiwi/majalahkapas.com)

Wayang Apem merupakan hasil dari kristalisasi budaya “woh pangolahing lahir lan batin” masyarakat Ngawi. Beberapa bentuk kesenian khas yang ada dan berkembang di Kabupaten Ngawi diramu menjadi salah satu pertunjukan.
Ketua tim kesenian Kab. Ngawi yaitu Kadin Dispariyapura Kab. Ngawi Agus Santoso mengatakan “Tujuan digelarnya Wayang Apem ini untuk mensosialisasikan kepada warga Ngawi yang bedomisili di Jakarta betapa indahnya pertunjukan seni ini dan agar mengenal sejarah terjadinya nama Ngawi dan juga ingin menampilkan budaya-budaya yang lama tidak ditampilkan agar menjadi katalisator seniman dengan pemerintah Kab. Ngawi”, ungkapnya. Lebih lanjut Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono mengatakan, “Setelah kita canagkan ngawi berbudaya semua potensi-potensi budaya dan seni di Kab. Ngawi harus dioptimalkan kembali sehingga Ngawi yang berbudaya dan mempunyai seni yang tinggi akan muncul dan lebih bergairah, maka salah satunya munculnya cerita terjadinya Ngawi dalam bentuk sendra tari Wayang Apem sehingga masyarakat Ngawi mengenal bagaimana terjadinya cerita Kabupaten Ngawi tercinta ini, munculnya karya seni Wayang Apem ini dapat menjadi motivasi para seniman lain, sehingga dapat menciptakan karya seni asli Kabupaten Ngawi dan membuat sanggar-sanggar seni untuk menciptakan Ngawi berbudaya”, ungkapnya. (tiwi/
