Author

Dony Setyawan - page 500

Dony Setyawan has 2887 articles published.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mampir di Rumah Dinas Bupati Ngawi

di %s Berita 755 views

0133

Ngawi – Muhammad Nasir sebagai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi periode 2014-2019 mampir di Rumah Dinas Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono tepatnya jam 13.00 WIB Kamis (14/5). Dalam kunjungan di Kabupaten Ngawi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di dampingi istri dan pejabat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, kunjungan kali ini di bilang dadakan karena acara kunjungan resminya ada di Politeknik Negeri Madiun Kota Madiun.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah ini menggantikan Gusti Muhammad Hatta yang menjabat Menteri Riset dan Teknologi pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono. Muhammad Nasir yang lahir di Ngawi Desa Jambangan Kecamatan Paron mempunyai impian dan harapan ke depan untuk Kabupaten Ngawi, salah satunya Ngawi mempunyai Perguruan Tinggi Negeri. Mungkin bukan harapan pak Menteri saja Kabupaten Ngawi mempunyai PTN, akan tetapi harapan masyarakat Kabupaten Ngawi juga ingin mempunyai PTN.

Muhammad Nasir saat menemui Bupati Ngawi ada 2 pesan penting yang di sampaikan yaitu membahas PTN dan mengenalkan benih padi varietas unggul. Muhammad Nasir menjelaskan syarat yang utama dalam mendirikan PTN Pemerintah Daerah menyiapkan lahan seluas 30 hektar. Selain syarat tersebut melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi seperti UNIBRAW, UGM dan univertas yang bonafid.

Dalam kesempatan ini Muhammad Nasir memperkenalkan benih padi varietas unggul Yaitu Varietas Padi Sidenuk. Muhammad Nasir memberikan apresiasi kepada Batan yang terus memberikan kontribusi melalui teknologi nuklir untuk bidang pertanian, disamping manfaat nuklir di bidang energi dan kesehatan. “Dengan pemanfaatan teknologi nuklir mutakhir dalam pengayaan tanaman, Batan berhasil mengembangkan Sidenuk, varietas pagi dengan tiga keunggulan berupa masa tanam yang lebih singkat, hasil panen yang lebih banyak hingga 9 ton per hektar serta tahan hama wereng,” ujar Muhammad Nasir.

Muhammad Nasir menjelaskan, panen raya yang pernah di lakukan di Jawa Tengah merupakan salah satu contoh sukses program kerja Kemristekdikti, yaitu hilirisasi dan komersialisasi hasil riset. Tiga unsur triple helix dalam hal ini Pemerintah (Batan & Kemenristekdikti) yang menggandeng unsur swasta (PP Kerja) dan unsur akademik (Universitas Pembangunan Nasional Jogjakarta) berhasil mewujudkan hasil penelitian menjadi komoditas bisnis yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.” Jika petani dibantu dengan bibit unggul dan varietas hasil penelitian terkini, Insya Allah petani sejahtera dan cita-cita besar bangsa Indonesia, yaitu kembali menjadi negara swasembada beras dapat terwujud”, tegas M. Nasir.

Varietas Padi Sidenuk merupakan hasil penelitian Batan, dengan umur tanaman 103 hari dan potensi hasil 9,1 ton/ha GKG. Selain tekstur nasi yang pulen, keunggulan lain dari padi Sidenuk adalah tahan terhadap Wereng Batang Coklat biotipe 1, 2, dan biotipe 3. Padi sidenuk juga tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III serta cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono merasa senang atas ke hadiran Muhammad Nasir sebagai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, kehadiran beliau merupakan salah satu program peningkatan pertanian dan peternakan di Kabupaten Ngawi. Dengan pengenalan Varietas Padi Sidenuk yang Satu hektar mampu hasilkan 10,1 ton kalau padi biasa hanya 6 ton dengan masa panen 96 hari kalau padi umum 120 hari, di harapkan Varietas Padi Sidenuk ini tumbuh subur di Kabupaten Ngawi. Bupati Ngawi juga mengapresiasikan rencana Pak Menteri akan melakukan merger pada PTN yang syarat utama harus mempunyai lahan sendiri, Pemerintah Kabupaten Ngawi siap menyiapkan lahan tersebut.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Tumbuhkan Minat Baca Pada Anak Kantor Perpustakan dan Arsip Gelar Lomba Bercerita

di %s Berita 725 views

_0001

Ngawi – Dalam realitas masyarakat kita saat ini, masyarakat mengalami lompatan budaya atau lompatan tahapan dari masyarakat tradisional ketahap yang modern dimana seharusnya manusia harus melewatkan tahapan literasi yang justru tahapan ini terlewatkan dewasa ini sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi malas untuk membaca dan lebeh cenderung menghabiskan waktunya untuk menonton televisi.

Untuk mencegah hal tersebut menjadi lebih buruk lagi, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ngawi mengadakan perlombaan Bercerita bagi anak-anak SD/MI dengan harapan anak-anak generasi muda bisa lebih memncintai atau lebih cenderung gemar membaca sehingga bisa melahirkan generasi muda penerus bangsa yang cinta baca.

Lomba bercerita tingkat SD/MI yang di selenggarakan oleh Kantor Perpustakan dan Arsip. Acara ini dihadiri Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Sekda Ngawi Siswanto turut hadir perwakilan dari Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutanya Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kabupaten Ngawi sangat gembira atas terselenggaranya lomba bercerita yang tujuannya untuk mencari siswa siswi yang berprestasi dalam wilayah Kabupaten Ngawi sebagai bentuk motivasi serta menngkatkan minat baca bagi generasi muda dimasa mendatang.

Ony Anwar juga mengatakan bahwa nilai-nilai luhur dari cerita asal-usul desa adalah modal pendidikan untuk membentuk berkarakter anak cucu atau generasi kita dan  Perpustakaan merupakan tempat berita dan sumber  informasi yang akan mendorong peningkatan minat baca anak-anak dan masyarakat.

Kepala Perpustakaan, Yoni Wasono, SH yang akrab di panggil Yoni menjelaskan, selain untuk meningkatkan kemampuan siswa SD dalam mengapresiasi berbagai cerita rakyat yang berlatar budaya Indonesia, kegiatan Lomba Bercerita ini juga merupakan salah satu upaya untuk merangsang minat membaca di kalangan anak-anak.

“Untuk meningkatkan kemampuan bercerita, tentunya anak-anak ini harus banyak membaca. Dengan begitu akan timbul minat membaca pada diri mereka. Selain itu, bercerita juga bisa meningkatkan kepekaan, kemampuan berbahasa serta kemampuan menginterprestasikan sebuah jalan cerita,” kata Yoni.

Dalam lomba cerita tahun ini juara I di raih MIN Begal Kecamatan Kedunggalar, Juara II SDN Kedungharjo 2 Kecamatan Mantingan , Juara III SDN Guyung 2 Kecamatan Gerih, Harapan I SDN Margomulyo  Kecamatan Ngawi, Harapan II SD Dumplengan I Kecamatan Ngawi, Harapan III SDN Jambangan 4 Kecamatan Paron.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Perpustakaan ” Lesta Kencana ” Gendol Masuk 10 Besar Lomba Perpustakaan Desa Se-Jawa Timur

di %s Berita 857 views

aaa

Jum’at tanggal 12 Mei 2015 bertempat di Perpustakaan Desa ” Lesta Kencana ” Desa Gendol Kec.Sine telah dilaksanakan penilaian lapang Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur, penilaian ini dilaksanakan kepada perpustakaan desa/kelurahan yang masuk 10 besar nominasi lomba perpustakaan desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Timur, kegiatan ini adalah lanjutan dari proses penilaian tim mulai dari seleksi administrasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Tim penilai dari Provinsi Jawa Timur, Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Ngawi, Kepala Kecamatan sine Muspika dan Kepala Desa.

Mengawali kegiatan tim disambut dengan pertunjukan tari orek-orek dari anak-anak  Desa Gendol. Selain itu sambutan selamat datang dari disampaikan oleh Kepala Desa Gendol yang mengatakan “bahwa dengan adanya penilain perpustakaan Desa diharapkan bisa semakin menumbuhkan minat baca masyarakat yang ada di Desa Gendol untuk meenambah ilmu dengan membaca di perpustakaan Desa ini”tegasnya. Ketua Tim Penilai Provinsi Elminah dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan Lesta Kencana merupakan perpustakaan Desa yang masuk nominasi 10 besar dari 38 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Timur. Elminah juga berharap Kab.Ngawi ini bisa menjadi Juara 1 dengan melihat kesiapan dan segala apa yang sudah ditampilkan di perpustakaan ” Lesta Kencana ” di Desa Gendol ini. Selanjutnya Tim melaksanakan penilaian lapang didampingi oleh pengurus perpustakaan, Tim penilai sangat antusias mendengarkan penjelasan dari pengurus dan sesekali memberikan arahan guna perbaikan dan penambahan hal-hal yang kurang. Selain itu tim juri juga terlihat sangat antusias melihat perkembangan perpustakaan ” Lesta Kencana ” yang bisa membuat kreatifitas kerajinan kaligrafi dan juga membuat tampah dan tatakan buat sangkar burung yang nantinya bisa dikembangkan untuk menambah perekonomian masyarakat sekitarnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kab.Ngawi Yoni Waseso berharap semoga hasil penilaian ini mendapat yang terbaik dan Perpustakaan Desa ” Lesta Kencana ” dapat mewakili Provinsi Jawa Timur guna mengikuti Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan tingkat Nasional.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Inti Dari Demokrasi Indonesia Adalah Musyawarah Mufakat

di %s Berita 2,626 views

aaaa

Ngawi – Bupati Ngawi Budi Sulistyono didampingi Istri menghadiri Konferensi Cabang VII Muslimat Nadlatul Ulama (NU) bertempat di RM. Notosuman, Minggu (10/05).

Musyawarah tertinggi lima tahunan tersebut mengambil tema ” Dengan Konferensi Cabang Muslimat NU, Kita Tingkatkan Pengabdian dan Program Kerja untuk Kesejahteraan Masyarakat “. Yang dihadiri oleh Pengurus Muslimat Jatim, Ketua NU, Tokoh Agama serta Anggota Muslimat seKabupaten Ngawi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyampaikan bahwa regenerasi pimpinan merupakan suatu hal yang wajar dan sebuah ketetapan yang harus di jalankan demi kemajuan organisasi.

Lebih lanjut, utamakan musyawarah mufakat dalam mengambil setiap keputusan demi terciptanya demokrasi indonesia yang bersih, aman dan damai. ” inti dari demokrasi indonesia adalah musyawarah mufakat “.

Mengakiri sambutanya Beliau, berharap siapapun yang terpilih nanti dapat menjalankan tugas dengan lebih baik, sempurna serta bersinergi dengan pemerintah daerah. ” mudah-mudahan muncul sosok khofifah yang mempunyai daya tarik sekaligus sumber inspirasi “.

Sementara Ketua Muslimat lama Masruroh Anas menyampaikan terdapat tiga tahapan dalam Konvercab VII pada pagi hari ini, dimulai dari Laporan Pertanggujawaban Pengurus Lama, di lanjutkan Penetapan Program Kerja Lima Tahun Kedepan dan yang terakir Pemilihan Ketua Cabang Muslimat NU Periode 2015-2020.

Di akir kegiatan diberikan cindera mata dari Pengurus Muslimat Jawa Timur sebagai penghargaan atas jirih payahnya mengemban amanat organisasi.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top