Persiapan JKJ 2018, Dishub Ngawi Gelar Technical Meeting
Tingginya angka korban kecelakaan di kalangan pelajar dan belum maksimalnya pemahaman serta kesadaran akan keselamatan di jalan, mendorong Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) IX Jawa Timur menggelar acara Jambore Keselamatan Jalan (JKJ) tahun 2018 di Pasuruan, 12-14/10 mendatang. Untuk persiapan JKJ 2018 Pemerintah Kabupaten Ngawi, adakan Technical Meeting, Rabu (3/10) di Lantai 2 Gedung Dinas Perhubungan Ngawi.
Hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi, Gigih Wiyono, Kepala Seksi Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban, Agus Riyanto, Organisasi Perangkat Daerah terkait, dan perwakilan dari sekolah peserta JKJ.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi, Gigih Wiyono bahwa JKJ 2018 dilaksanakan untuk melakukan transformasi perilaku, cara pikir, pola pikir dan pola tindak siswa terhadap keselamatan jalan, sekaligus menumbuhkan dan menanamkan rasa ikut berperan serta dalam mewujudkan keselamatan jalan guna terciptanya lalu lintas yang berkesalamatan. “Tujuan JKJ ini, sebenarnya lebih pada mengubah pola pikir untuk mengutamakan keselamatan di jalan, khususnya pelajar SMP agar berhati – hati dijalan raya . Dan, yang terpenting adalah menurunkan angka kecelakaan di Kabupaten Ngawi,” ungkapnya.
Gigih Wiyono juga katakan bahwa pihaknya saat ini telah mengajukan 15 bis sekolah untuk 7 koridor yang nantinya akan digunakan pelajar SMP, rencananya akan beroperasi di setiap Kecamatan di Kabupaten Ngawi. Lebih lanjut, ia juga sampaikan kalau adanya bis sekolah ini untuk mengurangi siswa SMP berkerkendara sendiri ke sekolah, disamping tingginya angka kecelakaan di kalangan pelajar SMP. “Siswa SMP itu kan calon generasi kita, yang akan gantikan kita kelak, jangan sampai meninggal atau cacat karena kecelakaan, jadi kita usahakan jangan sampai kecelakaan. Perlu diketahui, setiap 1,35 jam di jawa Timur ini mati akibat kecelakaan dan 70 persen korban adalah pelajar khususnya siswa SMP. Karena mereka belum cukup umur untuk mengemudi,” lanjutnya panjang lebar.
Begitu pun menurut Kepala Seksi Bimbingan Keselamatan Dan Ketertiban, Agus Riyanto, bahwa pendidikan karakter untuk siswa SMP itu sangat penting terkait kesadaran keselamatan di jalan raya, “Keselamatan jalan itu merupakan tanggung jawab kita bersama, salah satunya adalah tanggung jawab pemerintah. Jadi pemerintah berhak melakukan pendidikan karakter karena angka kecelakaan lalu lintas 70 persen melibatkan pelajar. Dulu paradigmanya anak SMA dan sekarang menular mulai ke anak SMP. Jika tidak dari sekarang pendidikan karakter itu tanamkan, jika terjadi kecelakaan dan cacat fisik, siapa yang akan disalahkan?,” tandas Agus.
JKJ 2018 ini akan diikuti diikuti 20 kabupaten kota se Jawa Timur dan salah satunya adalah pemerintah kabupaten Ngawi dengan melibatkan siswa SMP sebanyak 5 orang pelajar dan OPD yang bersangkutan.(kominfo)
Aparatur Sipil Negara yang profesional menjadi tuntutan saat ini, untuk wujudkan ini Pemkab Ngawi Gelar Talent Pool bagi ASN bertempat di Gedung Inspektorat Lantai 2, Senin (17/9). Acara yang digelar selama dua hari ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ASN yang berkualitas dan memiliki inovasi yang tinggi serta profesional dalam menduduki jabatannya nanti, sekaligus pendataan potensi dan kompetensi para pegawai yang ada saat ini.
Sudah menjadi agenda tahunan, tiap malam 1 Suro atau 1 Muhharam Pemerintah Kabupaten Ngawi gelar wayang kulit semalam suntuk, dengan lakon Durno Gugur oleh dalang Ki Joko Klenteng. Dan ini merupakan persembahan duta seni Kabupaten Ngawi untuk acara Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Senin (10/9). Selain wayang kulit acara ini juga dimeriahkan bintang tamu, komedian Kirun. Nampak antusiasme penonton menyaksikan wayang kulit ini, apalagi warga Ngawi yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.
Sementara Bupati Ngawi dalam sambutannya sampaikan rasa terimakasihnya atas kesempatan yang diberikan untuk Kabupaten Ngawi untuk terus mengisi hiburan kesenian dan budaya di TMII tiap tahunnya. Bupati juga mengapresiasi warga Ngawi yang meratau di Jakarta turut hadir dan meramaikan acara ini. “Kegiatan ini sangat luar biasa, sekaligus bisa menjadi wadah silaturahmi masyarakat Ngawi yang ada di Jakarta, juga bisa untuk melepas kangen kesenian yang didaerah,” katanya.
Untuk tingkatkan potensi wisata di Bulak Pepe Kecamatan Widodaren digelar acara Gumbrekan Mahesa yang diharapkan nantinya tempat ini akan menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Kabupaten Ngawi, Rabu (5/9). Gumbrekan Mahesa dan Karnaval Mahesa yang di ikuti 522 kerbau milik 65 warga.
“Saya juga berharap para peternak ini tidak menjual keluar tetapi menjual pada internal sendiri, sehingga tetap pada disini dan tetap dikembangkan serta bertambah populasinya,” tambahnya.