Monthly archive

August 2018

Lestarikan Tradisi Ngawi Melalui Upacara Adat Keduk Beji

di %s Seni Budaya 3,283 views

Keduk Beji Merupakan agenda tahunan yang selalu didukung Pemerintah daerah Kabupaten Ngawi yang diadakan setiap hari Selasa Kliwon dalam satu tahun sekali, Upacara Adat Bersih Sendang (KEDUK BEJI) ini berguna untuk mengenang hilangnya Raden Ladrojo yang hilang setelah Tapa Kungkum di Sendang Tawon, Selasa (28/08).

Upacara ini berhasil mengundang banyak masyarakat Ngawi guna melihat prosesi Upacara sakral tersebut, Bukan hanya itu Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono Beserta ibu Hj. Antik Budi Sulistyono, SH, dan Camat Kasreman Siswandi beserta ibu juga turut menghadiri kegiatan tersebut.

Tujuan adanya kegiatan ini selain untuk mengenang hilangnya Raden Ladrojo sekaligus membuat masyarakat tawun agar giat dalam bergotong-royong. “Tujuan bersih desa ditawun yaitu untuk meningkatkan kegotong-royongan masyarakat agar masyarakat mau bangkit lagi dari tradisional gotong-royong” Ujar Siswandi Camat Kasreman.

“Saya juga berharap adanya bersih desa, masyarakat tawun bisa ayem tentrem loh jinawi tidak ada halangan apapun, terkait dengan kepariwisataan diharapkan budaya tawun dapat menarik peran masyarakat untuk mengunjungi tawun, mudah mudahan tawun juga menjadi destinasi wisata yang kita harapkan dan dengan adanya event seperti ini masyarakat dapat guyup rukun dan meningkatkan pendapatanya” Tambahnya.

Sebelum melaksanakan Upacara yang sakral ini Bupati Ngawi beserta ibu akan melakukan kirap mulai pintu masuk Desa Tawun sampai depan pintu masuk kolam renang Tawun, yang di ikuti Reog Ngawi, Masyarakat sekitar yang akan membersihkan sendang dan adek-adek SMK 1 Kasreman Ngawi yang menggunakan pakaian adat Tradisional.

Upacara sakral ini juga menghadirkan Air Tape (Badeg) dan sesajen lainnya utuk Pelengkap Ritual Keduk Beji Ngawi, Ritual peletakan kendi ini dilaksanakan dua orang juru kunci dan warga sekitar khususnya laki-laki yang bertujuan agar air dari sumber tersebut dapat terus mengalir dan dapat mengaliri persawahan sekitar. “Kita setiap tahun sekali mengadakan upacara adat memasukan kendi kecil yang berisikan sesaji dan badeg itu supaya air sumber itu gak punah, bisa untuk mengaliri air sawah yang ada dibawah sumber ini, selain itu sumber ini juga untuk panghuripan desa tawun dan warga masyarakat ngawi sekitarnya” Ucap mbahwo Pomo selaku juru kunci.

 

Pada akhir kegiatan di tutup dengan warga sekitar yang sehabis membersihkan sendang dengan melakukan memukuli air yang di iringi lagu jawa dan di tutup dengan doa bersama (Bancaan) yang dilaksanakan warga sekitar. (kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Deputi Kunwas RB Kunjungi Ngawi, Minta Ubah Pola Pikir ASN

di %s Sekitar Kita 1,786 views

Hadirkan Bimbingan Teknis Guna Tingkatkan Nilai SAKIP Pemkab Ngawi, Saat ini Pemerintah Kabupaten Ngawi targetkan meraih nilai AA atau memuaskan pada Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (SAKIP). Salah satu upaya yang menggelar bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan pemahaman teknis para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan SAKIP yang mana sistem tersebut merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, Senin (27/08) bertempat di Ngawi Command Center.
Acara ini dihadiri Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas dan Pengawas Kemenpan Muhamad yusuf Ateh yang didampingi Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono dan Sekretaris Daerah M Sodiq Triwidiyanto serta Kepala OPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dalam paparanya, Muhammad Yusuf Ateh juga menjelaskan bahwa dalam merubah nilai SAKIP ini tidaklah mudah, karena untuk membuat nilai SAKIP AA diperlukan merubah pola pikir yang tidak mudah, yang awalnya mempunyai sudut pandang berapa besar dana yang telah dan akan di habiskan menjadi berapa besar kinerja telah dihasilkan. “Untuk merubah CC ke BB yang berat bukan ilmunya, ilmunya itu gampang sekali, Yang berat itu merubah pola pikir, merubah dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru,” tandas Muhammad Yusuf Ateh.

Lebih lanjut, paling tidak semua unit harus diperbaiki, setidaknya ada 23 unit, apabila di tingkat zona AA semua kepala OPD harus bisa menjelaskan apa manfaat yang sudah dibeberikan masing-masing OPD kepada masyarakat dari penggunaan anggaranya. “Kalau sudah akuntabilitasnya A setiap berangkat setiap keluar uang itu tahu apa manfaatnya baik tensible maupun intensible, nah itulah yang merubah menjadi AA. kalau sudah BB itu berarti 23 unit disini sudah benar,” tambahnya.

Untuk meningkatkan nilai SAKIP menjadi AA dibutuhkan juga sebuah komitmen dari pimpinan, karena perwujudan Reformasi Birokrasi ini juga butuh otoritas yang harus berpengalaman. Oleh karena itu kini Pemerintah Kabupaten Ngawi juga berkomitmen untuk meningkatkan kinerjanya yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat.

Selain itu Bupati Ngawi juga berpesan kepada seluruh kepala OPD untuk betul-betul mempelajari dengan baik dalam memperbaiki SAKIP Kabupaten Ngawi serta merubah kebiasaannya sendiri yang harus bisa bekerja dan mendapatkan hasil nyata, karena tidak hanya tingkat kehadiran ataupun absensi yang di butuhkan tetapi kerja nyatapun sekarang juga dibutuhkan.

“Merubah pola pikir itu tidak gampang apa lagi sudah terbiasa, maka dari itu kita harus bekerja menggunakan sasaran dan sasaran inipun juga harus dibimbing terus oleh pimpinan OPDnya. Kendala-kendala ini juga harus kita telateni, dengan sabar ramah tentu saja akan mampu merubah pola pikir itu sendiri,” lanjut Bupati
Usai berikan paparan, Muhamad yusuf Ateh juga berkunjung ke RSUD Dr. Soeroto Ngawi, Kecamatan Padas Ngawi serta Puskesmas Padas Ngawi. Tidak hanya itu Deputi Kemenpan ini juga akan berkunjung ke Wisata Jamus Ngawi serta melaksanakan ramah tamah di kebun Teh Jamus Ngawi. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

DPRD Kab. Ngawi Gelar Rapat Paripurna PAPBD Tahun 2018

di %s Sekitar Kita 1,418 views

Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ngawi gelar rapat paripurna PAPBD Tahun Anggaran 2018 dengan agenda Penyampaian pandangan Umum Fraksi-Fraksi di Gedung Kesenian , Senin (20/8). Rapat Paripurna dipimpin oleh ketua DPRD Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Djatmiko dampingi oleh Wakil Ketua 1 DPRD Sarjono, Wakil Ketua 2 DPRD Drs. H. Sulistiyanto. Acara ini dihadiri 47 dari 55 anggota DPRD Kabupaten Ngawi sehingga rapat sudah memenuhi quorum. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono dan Wakil Bupati Ony Anwar beserta para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala OPD, Camat, beserta undangan lain.

Pada agenda penyampaian pandangan umum terhadap Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Ngawi, di setiap Fraksi,  diantaranya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fraksi Persatuan Kebangkitan Bangsa, Fraksi Nurani Demokrat, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Fraksi Partai Golongan Karya, Fraksi Gerindra Nasional) untuk menyampaikan pandangannya mengenai RPBD yang telah dibuat, dan setiap fraksi menerima dan menyutujui seperti yang di katakan ketua fraksi PDI Perjuangan dalam penyampaian pandangan umumnya “Sebagai pemegang amanat untuk turut serta menjamin kelangsungan pemerintah dan pembangunan di Kabupaten Ngawi, maka dengan mengucap, Bismillahirrohmannirohim Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, menyatakan Menerima dan Setuju, Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018, untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi.

Dalam sambutannya Bupati Ngawi menyampaikan harapan Perubahan APBD sebagai instrumen untuk pencapaian prioritas kebijakan pemerintah. “Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018 sebagai instrumen kebijakan pengelolaan keuangan daerah, diharapkan mampu menjadi acuan dan pedoman bago Organisasi Perangkat Daerah dalam pelaksanaan program kegiatan, guna pencapaian 3 (tiga) prioritas kebijakan pemerintah daerah dalam rangka penurunan angka kemiskinan, peningkatan pelayanan  dasar dan peningkatan pembagunan ekonomi di Kabupaten Ngawi,” Ujar Bupati Ngawi Ir, Budi Sulistyono.

Diakhir sambutannya Bupati juga menyampaikan pesan dan harapan dari para Anggota DPRD, dengan harapan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018 ini dapat di setujui bersama dan ditetapkan menjadi Perda, dapat segera dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Ngawi Karnaval Ajang Inovasi dan Kreativitas Menuju Negeri Ngawi Ramah

di %s Seni Budaya 1,856 views

Ngawi Karnaval merupakan bagian dari rangakaian acara memperingati HUT RI ke 73 dan hari Jadi Ngawi ke 660. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan Pemkab Ngawi yang ditunggu masyarakat Ngawi. Tahun ini, mengusung tema “Pelestarian Seni dan budaya Daerah Mendukung Negeri Ngawi ramah”  sekolah, instansi, masyarakat dan beberapa perwakilan komunitas berpartisipasi menyuguhkan kreasi dan inovasi dalam iring iringan karnaval,Sabtu (18/8)

Sekitar pukul 13.15 Karnaval di berangkatkan Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono bersama Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar secara simbolis, dengan pengangkatan bendera. Turut hadir dalam acara siang hari ini, jajaran pejabat dilingkup Pemkab Ngawi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ngawi. Seperti yang dilaporan ketua Panitia Karnaval, Drs Abimanyu, bahwa tahun diikuti 2 ribu lebih personil terbagi menjadi  22 Peserta dan terdiri tiga tingkatan diantaranya A, B, dan C.

Dalam kesempatan ini Bupati menyampaikan harapannya agar karnaval bisa di jadikan sebagai hiburan dan wadah untuk menampilkan budaya sendiri agar  warganya bisa lebih mencintai budayanya sendiri dengan terus berinvonasi menampilkan kreatifitas. “Dengan tema budaya tradisi di harapkan semua bisa berinovasi berkreasi sehingga lebih mencintai kebudayaannya sendiri,” kata Bupati. Disela sambutannya, Budi Sulistyono berpesan semua sekolah bahkan komunitas untuk turut dalam kegiatan ini,

“Saya ingin tidak hanya sekolah pilihan atau sekolah yang ada di lingkup kota ngawi saja yang ikut berpartisipasi melainkan semua sekolah dan semua komunitas bisa ikut berprastisipasi,” tutur Budi Sulistiyono. Pun, tema  bebaskan untuk semakin memberikan ruang berkreasi tanpa terpacu pada tema yang di tentukan” imbuhnya.

Nampak, antusiasme warga menyaksikan iring iringan karnaval ini, meskipun panas terik menyengat. (Kominfo)

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top