INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Monthly archive

November 2011

Kegiatan Hari Korpri: Benteng Pendem Explore

di Berita/Informasi oleh

Sejumlah kegiatan telah dilakukan untuk menyambut HUT Korpri ke-40 dan HUT Dharma Wanita yang ke-12. Berbagai kegiatan tersebut dipungkasi dengan event “Benteng Pendem Explore” Senin, (28/11). Bupati Ngawi, Ir.H.Budi Sulistyono dan Wakil Bupati, Ony Anwar.ST, serta jajaran Forum Pimpinan Daerah (FPD) ikut menyemarakan kegiatan yang dipusatkan di situs sejarah Benteng Van De Bosch.

Mulai pagi dipenuhi beragam kegiatan diawali dengan laporan panitia HUT Korpri ke-40 dan Dharma Wanita Pertiwi ke-12, laporan Panitia Hari Menanam Pohon Indonesia, sambutan dan pengarahan Bupati Ngawi, penanaman Pohon (HMPI), pemberangkatan Fun Bike, dan pemberangkatan tim Korpri Jelajah Ngawi Kota Bengawan dengan rute Trinil-Benteng Pendem Bersama Bupati Ngawi.

Kegiatan Benteng Pendem Explore sendiri merupakan bagian dari Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang mulai dicanangkan secara nasional. Seperti yang diungkapkan ketua panitia, Setiyono, HMPI merupakan bagian kegiatan penanaman pohon satu miliar. “Hari ini memang kegiatan HMPI secara serempak dilakukan di tingkat pusat, propinsi dan kabupaten,” terang Setiyono. Menyikapi tentang HMPI di Kabupaten Ngawi merupakan bagian dari Ngawi Hijau dengan penanaman pohon asuh yang menyebar diberbagai wilayah seperti lokasi Benteng Pendem dan tempat terbuka lainya. “Dengan penanaman pohon hari ini merupakan bagian dari menyukseskan program satu miliar pohon yang diprogramkan secara nasional sampai tanggal 31 Januari tahun depan,” jelas Setiyono. Penanaman pohon tidak lepas dari pepatah yang mengatakan Pohon makin sedikit bernafas makin sulit, Banyak pohon banyak rejeki, Tanam bibitnya pelihara pohonya dan rasakan manfaatnya serta Banjir tanam pohon solusinya.

Kemudian Benteng Pendem Explore diakhiri dengan penelusuran Bengawan Solo dari lokasi Museum Trinil serta finish di Benteng Pendem terlihat Bupati Ngawi, bersama rombongan turun dari kapal boat yang disediakan oleh Satpol PP langsung menuju lokasi Benteng Pendem sebagai pusat kegiatan kali ini. “HUT Korpri untuk dijadikan momentum bagaimana sikap seorang abdi negara sebagai contoh pelayan masyarakat yang terbaik,” ungkap Bupati Ngawi, Ir.H.Budi Sulistyono. Terkait HMPI Bupati Ngawi berpesan penanaman satu miliar pohon harus dilandasi keikutsertaan menjaga dan melestarikan keseimbangan lingkungan penghijauan. “Tanpa ada perasaan memiliki arti penghijauan maka sama sekali penanaman pohon saat ini tidak ada gunanya, dengan demikian pohon asuh yang ditanam hari ini merupakan simbol bagaimana menanam, merawat, dan merasakan dari pohon tersebut dikemudian kelak,” pungkasnya.(www.sinarngawi.com)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Jiwa Korps KORPRI Diuji Lewat Simulasi

di Berita/Informasi oleh

Untuk menjaga dan menambah kwalitas Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang notabene sebagai abdi negara perlu adanya sentuhan kemandirian sebagai organisasi menuju profesionalisme. Hari ini,(23/11), Dengan mengambil tempat di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi ratusan PNS mengikuti simulasi sekaligus dalam rangka memperingati HUT Korpri yang ke-40 dan HUT Dharma Wanita yang ke-12.

Sementara simulasi yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan diikuti dari 54 SKPD di wilayah Kabupaten Ngawi, masing-masing SKPD mengirimkan perwakilanya sebanyak lima orang. Para peserta didalam mengikuti simulasi bebas memilih satu tema dari lima sumpah janji Panca Prasetya Korpri yang akan diperagakan. “Tujuanya sejauh mana mereka menerapkan sekaligus memahami Panca Prasetya Korpri,” terang Drs.Abimanyu,M.si, ketua panitia simulasi Korpri.

Seperti yang diharapkan dalam simulasi sebagai bahan stimulan bagi anggota Korpri yang kedepanya diharapkan dapat serta mampu membuat program yang bermanfaat bagi para pegawai, namun demikian, program-program yang ada jangan sampai muluk-muluk dan tidak dapat terlaksana. “Pada dasarnya kita ingin melihat penerapan mereka dalam satkernya masing-masing sehingga yang terpenting mereka mampu mengemban amanah sesuai yang sudah digariskan didalam Korpri sendiri,” tambah Drs.Abimanyu,M.si. Kemudian dalam simulasi yang menjadi acuan penilaian kreativitas dan kualitas paparan, kualitas dan kuantitas pertanyaan, kesesuaian jawaban dengan tema dan ketepatan waktu. “Hasil dari simulasi ini besok kita umumkan untuk juaranya sehingga kita bisa melihat satker mana yang benar-benar mampu menerapkan ilmunya seperti yang diperagakan dalam simulasi,” pungkas Drs.Abimanyu,M.Si. (sinarngawi)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Dongkrak Pajak Intensifkan Pengawasan

di Berita/Informasi oleh

Untuk mengakomodir pendapatan daerah Kabupaten Ngawi terutama dari sektor  pajak hiburan, restoran dan

hotel tentu saja pengawasan tentang peningkatan pajak makin diintesifkan.

Pasalnya kabupaten di wilayah perbatasan ini mempunyai potensi dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan pajak di sektor ini. Tetapi menjadi lain jika besar kenaikannya tidak disertai dengan pemahaman tertibnya para wajib pajak.

Data yang diperoleh infongawi.com dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset (DPPKA) sampai dengan Oktober 2011, target dan realisasi pajak daerah Kabupaten Ngawi tercatat kisaran dengan terealisasi makin meningkat.

Berikut daftar jenis pajak, target dan realisasi per Oktober 2011.

No

Jenis Pajak

Target (Rp)

 Realisasi (Rp) Persentase
01

Hotel

72.500.000,-

39.517.298,-

54,51 %

02

Restoran

450.000.000,-

569.927.239,-

126,65 %

03

Hiburan

22.000.000,-

29.038.000,-

131,99 %

04

Reklame

315.750.000,-

346.625.943,-

109,78 %

05

Penerangan Jalan

9.500.000.000,-

7.863.322.242,-

82,77 %

06

Galian Golongan C

81.707.150,-

11.080.047,-

13,56 %

07

Parkir

10.000.000,-

14.518.500,-

145,19 %

08

Sarang Burung Walet

25.000.000,-

13.500.000,-

54,00 %

09

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

732.004.000,-

537.502.789,-

73,43 %

10

Pajak Air Tanah

53.500.000,-

2.923.790,-

5,47 %

TOTAL

11.262.461.150,-

9.427.955.848,-

83,3 %

“Jadi data di atas menunjukkan target Rp 11.262.461.150,- terbukti terealisasi Rp.9.427.955.848,- atau 83,3 %. Hal ini bisa diartikan dari data tersebut sebenarnya menunjukkan potensi pajak di Kota berjuluk RAMAH ini cukup tinggi,” jelas H.Amin Sunarto,M.Si, Kadin DPPKA Kabupaten Ngawi.

Masih menurut Amin saat dijumpai di kantornya, Senin (21/11), tugas DPPKA dalam hal ini adalah menggali potensi pajak sebaik-baiknya, mana wajib pajak yang disiplin dan tertib waktu serta mana yang tidak.

Untuk mencapai tujuan itu, setidaknya memang harus ada kerja sama dan koordinasi yang baik antara wajib pajak dengan pihaknya, sehingga apa yang ditetapkan dalam Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, bisa berjalan dengan baik.

“Diakui atau tidak, bahwa pajak ini adalah merupakan suatu kegiatan yang bisa mengandung konsekuensi hukum di mata hukum serta peraturan perundang-undangan di negara kita,” ungkap Amin dengan tegas.

Terlebih mulai tahun 2012 akan ada penerapan khusus UU itu untuk mendongkrak kesadaran wajib pajak sekaligus peran wajib pajak yang sekaligus berfungsi sebagai pemungut pajak.(www.infongawi.com)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Polres Ngawi Gelar Rembug Bareng Antar Perguruan Pencak Silat

di Berita/Informasi oleh

Jelang tahun Hijriah tepatnya 1433 H dibulan Muharam atau bulan syuro, jajaran Polres Ngawi siapkan diri guna pengamanan. Bertempat di aula Polres Ngawi Rabu, (16/11), puluhan sesepuh dari berbagai perguruan pencak silat mendengarkan arahan langsung dari Kapolres Ngawi, AKBP Eko Trisnanto, guna mencegah terjadinya aksi kerusuhan pada waktu mengadakan kegiatan selama bulan syuro.

Perguruan pencak silat tersebut antara lain SH Winongo, SH Terate, Gubuk Remaja dan beberapa perwakilan perguruan pencak silat lainya yang ada di wilayah Ngawi. “Pada dasarnya kita ajak para sesepuh perguruan pencak silat ini untuk menjaga suasana yang kondusif selama melaksanakan kegiatan dibulan syuro,” terang AKBP Eko Trisnanto.

Selain itu Kapolres Ngawi mengharapkan jangan mudah terprovokasi oleh oknum tertentu yang sengaja menciptakan suasana kekacauan selama prosesi kegiatan perguruan pencak silat. “Setiap mendekati bulan syuro memang kita undang mereka untuk ikut menjaga ketenangan dan jangan sampai mudah terkena hasutan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambah Kapolres Ngawi, AKBP Eko Trisnanto. Selain itu pihak Kapolres juga berpesan pada waktu melakukan kegiatan seperti pengesahan warga baru SH Terate ataupun Syuran Agung bagi SH Winongo jangan sampai menggunakan lambang kebesaran perguruan secara berlebihan. “Jadi penggunaan lambang kebesaran terlalu lebih bisa memancing suasana tidak nyaman, selain itu penggunaan truk terbuka kalau bisa dihindari dan yang lebih penting kita tidak segan menindak sesuai hukum yang berlaku kalaupun mereka dengan sengaja melakukan tindakan yang merugikan,” tambah AKBP Eko Trisnanto.

Didalam acara rapat koordinasi tersebut juga hadir Bupati Ngawi, Ir.H.Budi Sulistyono, Dandim 0805 Letkol Inf Mu’tamar, Danyon Armed 12 Angicipi Mayor ARM Sugeng Riyadi dan jajaran Kapolsek. Kemudian dalam sambutanya Bupati Ngawi,Ir.H.Budi Sulistyono, berpesan jangan sampai diwilayah Ngawi terjadi gegeran seperti daerah lain. “Apapun alasanya tetap saudara kita semua jadi percuma terjadi kisruh yang tidak jelas akar permasalahanya, kemudian dalam sejarah di Ngawi ini dari tahun tahun sebelumnya tidak ada yang namanya kekisruhan antar perguruan pencak silat demikian juga untuk tahun ini kita mengharapkan suasana aman dan nyaman,” pesan Ir.H.Budi Sulistyono.

Sementara dapat di info rmasikan bahwa ada sedikitya ada 2 titik rawan yaitu meliputi wilayah perbatasan Magetan-Ngawi tepatnya di desa Geneng , sedangkan wilayah Karangjati – Caruban terkonsentrasi di desa Talok .(sinarngawi)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
1 2 3
Go to Top