INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Daily archive

September 07, 2011

Sidak, Puluhan PNS Bolos Akan Terancam Sanksi

di Berita/Informasi oleh

Pasca liburan lebaran, puluhan pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Ngawi,Jawa Timur, banyak yang tidak masuk kerja, pada saat tim khusus yang di bagi dari 13 tim, melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa Instansi dan Kecamatan di Kabupaten Ngawi.

Dari hasil sidak tim I yang di kepalai langsung oleh Sekretaris Derah dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah banyak ditemukan puluhan pegawai negeri sipil yang tidak masuk kerja saat melihat beberapa absensi kosong dan tidak bertanda tangan, waktu mereka meminta buku absensi di beberapa instansi, diantaranya di Dinas PU Pengairan, BKD Dan Disporabud.

Menurut Sekretaris Daerah KAbupaten Ngawi, Mas Agoes Nirbito saat dikonfirmasi ditengah-tengah melaksanakan Sidak mengatakan bahwa, pihaknya mengakui berapa banyak pegawai yang tidak masuk kerja pada saat pasca libur lebaran ini, ini terbukti pada tim 1 yang saat itu pihaknya ikut terjun langsung melaksanakan sidak.

,”Memang ada beberapa pegawai yang tidak masuk kerja saat ini, dan pihaknya bersih tegas akan memberikan sanksi disiplin kerja pada mereka, apalagi mereka tidak memberikan keterangan apapun, dan bagi mereka yang tidak masuk saat ini maka, besok (06/09/11) harus menghadap di bagian BKD, selain mendapat pengarahan merka juga akan diberikan sanksi,” Ujarnya. Senin (05/09/11).

Sementara, pelaksanaan sidak yang dilakukan oleh para Tim Khusus ini yang berada di beberapa kecamatan, juga diduga masih banyak para pegawai yang masih belum melaksanakan kewajibannya untuk masuk kantor.(Tribun-News.com)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Batik Ngawi, Jati Diri Daerah Yang Perlu Dikembangkan

di Berita/Informasi oleh

Sepertinya Ngawi punya strategi guna mendongkrak produk lokal utamanya batik yang sampai saat ini belum dikenal kalayak luas utamanya masyarakat Ngawi sendiri. Dalam beberapa hari lalu Bupati Ngawi, Ir H Budi Sulisyono, sengaja memanfaatkan momen temu kangen dan halal bihalal yang bertempat dihalaman pendopo Wedya Graha, Kamis (1/9), sengaja menghadirkan para pengrajin Batik asli Ngawi.

Batik merupakan salah satu warisan dari kebudyaan asli Indonesia Dewasa ini. Pemerintah baru-baru ini giat mengkampanyekan memakai pakaian batik sebagai identitas nasional. Para siswa sekolah pada bulan Mei yang dimaknai sebagai hari kebangkitan nasional diwajibkan untuk memakai baju batik, bahkan beberapa seragam kedinasan pemerintah diwajibkan memakai batik dengan corak tertentu. Sehingga boleh dikatakan pemakain batik tidak hanya identitik mau ke pesta saja, tetapi juga biasa di pakai untuk kegiatan sehari-hari dan modelnya pun sudah banyak di modifikasi serta variasi menurut pemakainya sesuai seleranya.

Beberapa kerajinan produk lokal khususnya batik tulis dengan motif gringsing dan sidomukti dari Desa Banyubiru merupakan corak yang cukup diminati pengunjung. Para entrepreneur yang asli dari daerah Ngawi tampak tertarik hasil kerajinan produk lokal tersebut. Untuk kategori ekonomi dipatok 60 ribu perlembar.Standar 125 ribu perlembar sedangkan kalangan atas dipatok mencapai 250 ribu perlembar

Secara motif serta coraknya, batik dari Desa Banyubiru tidak mau kalah. Begitu juga varian yang ditampilkan dan warna khas yang ditawarkan membuat para pengusaha pada kesengsem.Itu yang menjadi salah satu alasan mengapa batik lokal ini mulai digandrungi konsumen.”Kebanyakan teman-teman ini langsung membeli.Sehingga nantinya sebagai contoh bila saya sudah di Jakarta kemudian apabila ada rekan disana yang berminat bias langsung kontak ke pengrajinya,” papar Widyawati. Sementara, Bupati Ngawi,Ir H Budi Sulistyono sebagai penggagas temu kangen dan halal bihalal dengan sejumlah elemen masyarakat dan para alumni sekolah seangkatanya menegaskan,prioritas utama tidak sekadar sebagai ajang silaturahmi semata. akan tetapi bagaimana mensosialisasikan produk lokal unggulan untuk diminati konsumen secara nasional.(sinarngawi)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0

Info Balik 2011 : Jalur Mantingan – Ngawi Kembali Normal

di Berita/Informasi oleh

Arus balik yang melintas jalur selatan, Ngawi-Mantingan pada H+5 lebaran, Senin (5/9), kondisinya mulai normal meski kadang sesekali nampak kendaraan plat luar kota melintas beriringan. Sementara masa cuti bersama bagi kalangan PNS musim Lebaran sudah berakhir pada awal minggu ini. nampak pekerja kantoran dan pegawai negeri sipil (PNS) sudah kembali beraktivitas.

Beberapa pemudik lebih memilih waktu yang mepet untuk kembali ke tempat kerjanya masing-masing dengan alasan menghindari kemacetan di berbagai jalur vital. ”Kita memang mengambil hari yang mepet banget untuk balik ke Jakarta supaya arus agak lebih lancer,’’ terang Fatkhurohman, pemudik asal Jakarta. Kemacetan di beberapa ruas jalan yang dilewati pemudik tidak hanya disebabkan peningkatan jumlah volume kendaraan sendiri. Melainkan tingkat kesadaran pemakai jalan seringkali tidak mematuhi rambu-rambu yang ada dan terkesan asal nyelonong. ”Faktor lain yang menyebabkan kemacetan terlalu banyaknya pemakai jalan sendiri tidak mematuhi tanda rambu lalu lintas yang sudah kita pasang,”paparnya.
Kasat Lantas AKP Tony Prasetyo mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto.

Kemudian pihaknya juga menegaskan, puncak arus balik yang melintas dijalur Ngawi terjadi Jumat malam sampai malam minggu. Tercatat hampir 35 ribu kendaraan baik roda empat dan dua melintas di sepanjang jalur mudik wilayah Ngawi dibanding tahun sebelumnya untuk tahun ini mengalami peningkatan arus kendaraan sebesar 10 persen. Lanjut Kasat Lantas AKP Tony Prasetyo bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jauh sangat diharapkan untuk memakai pos-pos pengamanan dan rest area. ‘’Apabila mengalami kelelahan saya harapkan jangan dipaksa untuk melanjutkan perjalanan dan diharapkan untuk istirahat di pos yang sudah tersedia disepanjang jalur mudik,’’ tegasnya.(sinarngawi)

Sebar dan Bagikan :

0Shares
0 0
Go to Top