Pendiri Apple Bagi-bagi Ilmu Digital di Jakarta
Steve Wozniak, karyawan pertama yang ikut mendirikan Apple bersama Steve Jobs, siap berbagi pengalaman bagaimana mengimplementasikan ide kreatif dan inovatif dalam bisnis digital.
Ia akan menjadi pembicara istimewa dalam seminar Innovation & Creativity di Nusa Indah Theater, Balai Kartini, Jakarta, Selasa (17/72012). Wozniak akan bicara selama lebih kurang satu setengah jam, termasuk sesi tanya jawab.
Dalam jumpa pers praseminar, Wozniak mengakui, terkadang memang sulit merealisasikan ide dalam bisnis. Dalam seminar ini, Wozniak akan memberi pencerahan bagaimana mengimplementasikan hal tersebut, berdasarkan pengalamannya membangun Apple dan usaha lainnya.
“Saya akan bicara soal bagaimana mengimplementasikan kreativitas dan inovasi dalam bisnis digital sehingga konsep tersebut jadi nyata dan dapat menghasilkan uang,” katanya.
Wozniak mengatakan, Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Ia pun mengaku Indonesia cukup menjanjikan dan punya potensi cerah dalam bisnis digital. “Saya sangat ingin melihat semangat pelaku bisnis digital di Indonesia, bagaimana mereka memadu teknologi, inovasi, ide, dan bisnis,” kata Wozniak.
Kini, Wozniak lebih dikenal sebagai pemerhati teknologi. Ia tak lagi aktif bekerja di Apple sejak Februari 1987, namun Wozniak masih memiliki saham di Apple.
3 Ocean Act selaku pihak penyelenggara berpendapat, Wozniak merupakan sosok yang mampu merealisasikan kreativitas dan inovasi menjadi produk nyata. Ia turut menciptakan komputer perdana Apple.
Harga tiket masuk seminar Innovation & Creativity cukup mahal, mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 3,5 juta, yang terbagi dalam kelas Silver, Gold, dan Platinum. Pihak penyelenggara membatasi kapasitas peserta sebanyak 850 orang.
Selain Wozniak, ada beberapa pembicara juga yang akan hadir di seminar Innovation & Creativity, antara lain Daniel Tumiwa, Yoris Sebastian, Rene Suhardono, Ligwina Hananto, dan Peter F Gontha.(kompas)

Menurut pemaparanya, Dr.KRT.Radjiman Wedyodiningrat merupakan salah satu tokoh pergerakan nasional dari Ngawi khususnya ketika bangsa ini sedang merumuskan dasar-dasar Negara sebelum di proklamirkan menjadi Republik Indonesia oleh Ir Soekarno. “Dalam perjalanan beliau dimana selain sebagai tokoh perjuangan beliau juga merupakan dokter yang sangat peduli akan kesehatan masyarakat terutama mereka yang tidak mampu sehingga beliau disebut sebagai dokter rakyat sebagai wujud penghormatan dan kecintaan rakyat, maka dengan demikian sudah sepantasnya beliau mendapatkan gelar pahlawan nasional,” jelas Ir Budi Sulistyono.
Pengenalan wajah adalah hal yang umum dilakukan pada gambar diam atau still picture seperti foto, tetapi teknologi ini jarang ditemui di luar bidang itu dan kemunculannya pun masih terbatas dalam lingkup riset ilmiah tertentu.