INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Daily archive

August 21, 2019

Deklarasi Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten Ngawi Tahun 2019

di Kesehatan oleh

Di era
globalisasi saat ini, sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas
supaya terus bisa mengikuti dinamika yang terjadi saat ini. Upaya ini tentu tidak
mudah, salah satu penghambatnya adalah rendahnya kualitas SDM, yang disebabkan
banyak faktor salah satunya kesehatan dan pemenuhan gizi.

Adalah
stunting atau kegagalan pertumbuhan
akibat akumulasi ketidak cukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan
sampai usia 24 bulan, berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara
keseluruhan. Dilansir dari mca-indonesia.go.id
menyebutkan ada 8,9 juta anak Indonesia yang kurang gizi, dengan prevalensi stunting sebesar 37,2 pesen, artinya
satu dari tiga anak di Indonesia tumbuh tidak sempurna.

Kondisi
inilah yang sekarang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ngawi, untuk
melakukan percepatan penurunan Stunting.
Pasalnya, di Kabupaten Ngawi ditemukan 200 anak dengan tumbuh kembang
terlambat, kondisi ini akan menjadi bom waktu
dimasa mendatang yang berdampak pada menurunnya kualitas generasi penerus.

Penanganan
masalah ini, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan gizi, tetapi juga
Sanitasi. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 yang disebutkan di laman  www.depkes.go.id menyebutkan akses terhadap sanitasi
yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27 persen.

Bupati
Ngawi, Budi Sulistyono bersama leading
sector
gelar Deklarasi Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten  Ngawi Tahun 2019 di Pendopo Wedya Graha,
Selasa (20/8).

Hadir
dalam acara ini Kepala Seksi Infrastruktur, Bappeda Jawa Timur Sri Sintawati, Kasi
Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim,drg
Sulvy Dwi Anggraini, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi Mokh Sodiq Triwidiyanto,
Ketua Tim Penggerak PKK Antiek Budi Sulistyono, Forum Koordinasi Pimpinan
Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten
Ngawi.

Menurut
Bupati Ngawi, program percepatan pembangunan sanitasi permukiman adalah salah
satu upaya penyediaan infrastruktur sanitasi baik limbah maupun sampah, yang dilakukan
Pemerintah Daerah, “Program ini bagian dari Sanitasi Roral Berbasis Masyarakat (STBM)
untuk merubah perilaku higiene dan
sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Bupati dalam sambutannya.

Pada
tahun 2019 di Kabupaten telah menetapkan 35 desa STMB, dan desa yang masuk
dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
“Empat diantaranya telah dijadikan pilot
project
penanganan di tahun 2020, diantaranya desa Gendong, Pandean,
Dungmiri dan Wonorejo, sebab wilayah ini dipilih sebagai lokus STMB namun angka
stuntingnya masih tinggi,” ucap orang nomor satu di Kabupaten Ngawi ini.

Bupati
menyampaikan perbaikan sanitasi merupakan salah upaya yang terpenting dan utama
dalam proses penurunan stunting, sebab dari sinilah semua berawal, “Kalau
sanitasinya bagus, apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita tentunya akan bagus
pula, baik itu melalui mulut, kulit, ataupun udara pasti akan baik dan tidak
berdampak buruk pada kita. Maka ini akan ditata dahulu, bahkan sudah lama kita
konsentrasi terhadap upaya ini, seperti buang besar sembarang tempat sudah
dilarang,” jelasnya.

Bupati
menegaskan upaya perbaikan sanitasi ini menjadi tumpuan utama dalam
penyelesaian masalah stunting. Selain,
itu juga diungkapkan bahwa banyak faktor lain yang bisa menyebabkan persoalan
gizi ini bisa ada lagi, misalnya ekonomi. “Makanya ini harus menjadi tanggung
jawab bersama, dan gotong royong.
Semua OPD harus memiliki anak dan ibu hamil asuh. Dengan begitu mulai dari
janin sudah kita perhatikan supaya bayi lahir sehat dan ibu selamat,” tuturnya.

Pola
asuh ini seperti yang disampaikan Bupati tidak hanya sebatas pemberian bantuan
materi tetapi juga motivasi. Sebab, banyak ditemui dari orang tua dengan anak  gizi buruk ini mampu secara ekonomi namun
minimnya pengetahuan akan asupan nutrisi pada anak. “Orang tua harus diberi tahu
bagaimana cara meningkatkan selera makan anak, dengan membuat menu yang
bervariasi dan disukai anak,” ujarnya.

 Jika, lanjut Bupati keluarga anak tersebut
tidak mampu orang tua asuh ini harus intervensi terkait kebutuhannya, “Seperti
memberikan makanan tambahan, atau mainan yang disukai anak, biar dia mau
makan,” katanya. 

Bupati
juga mengatakan percepatan penurunan
stunting
tidah dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan, tapi harus
dilakukan bersama melalui penguatan komitmen daerah dan lintas sektor, “Harus
ada koordinasi, antara Dinkes sebagai pelayanan kesehatan, sedangkan
peningkatan kualitas air bersih oleh Dinas PUPR, serta desa perlu adanya
pembinaan dan pendampingan perbaikan gizi melalui DPMD,” lanjutnya.

Dikesempatan
ini, Bupati kenalkan empat kebijakan terkait upaya pelayanan Pemerintah kepada
masyarakat, yakni Ngawi Ramah (Ngawi
Nyawiji Ngramut Limbah Lan Sampah),
Gemah Ripah (Gerakan Ambil Sampah Jadi Rupiah), Pola Asuh Kasih Lima Sayang (Program Pengelolaan Sampah Terpadu Kualitas
Air Bersih Limbah Aman Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Ngawi
), Ngawi ber
– Acting (Ngawi Bersama Cegah Stunting).

Sementara
Kasi Kesga dan Gizi Masyarakat, Dinkes Provinsi Jatim, Sulvy Dwi Anggraini
memberikan apresiasi komitmen Pemkab Ngawi dalam membangun daerahnya melalui
perbaikan kesehatan lingkungan. “Deklarasi ini adalah wujud kepedulian
masyarakat Ngawi terhadap lingkungannya, pengelolaan sampah yang baik, akses
air bersih berkualitas serta pengelolaan limbah yang aman. Dan, ini bisa
menjadi kunci dalam perbaikan lingkungan yang sehat,” ucap Sulvy.

Apalagi pada akhir tahun 2018 silam, Kabupaten Ngawi telah diganjar penghargaan STBM Eka Pratama dari Kementerian Kesehatan RI, karena keberhasilannya dalam penerapan 5 pilar STBM, yang meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum atau makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Acara ini diakhiri dengan penandatangan bersama deklarasi  Percepatan Pembangunan Sanitasi Dan Penurunan Stunting Kabupaten Ngawi dan secara simbolis dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Ngawi dan ketua tim penggerak PKK Ngawi yang disaksikan seluruh undangan yang hadir. (nf/kominfo)

Go to Top