Buka Akses Pasar dan Investasi, Partisipasi Ngawi di AOE 2026 Siap Pikat Investor

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 183 views

Gelaran APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 resmi dibuka di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (27–29/8/2026), menjadi ajang strategis bagi pemerintah daerah untuk mempromosikan produk unggulan, pariwisata, dan peluang investasi.

Mengusung fokus pada realisasi investasi nyata, partisipasi Kabupaten Ngawi hadir memboyong komoditas pertanian unggulan, olahan pangan UMKM, serta potensi wisata daerah guna menembus pasar nasional hingga internasional.

Mewakili Presiden Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto yang membuka pameran ini menekankan agar ajang otonomi daerah tidak lagi sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan.

“Ajang seperti APKASI Otonomi Expo harus berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar pameran simbolis. Daerah harus jeli melihat ‘DNA’ ekonominya masing-masing dan mendorong local champions agar mampu menarik minat investor serta berdaya saing global,” tegas Bima Arya dalam sambutannya.

Menjawab pengarahan tersebut, Kabupaten Ngawi memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat positioning daerah sebagai lumbung pangan dan tujuan investasi potensial.

Keikutsertaan aktif dalam sesi business matching menjadi langkah taktis untuk mempertemukan produk olahan pangan lokal dan potensi wisata daerah secara langsung dengan para calon investor.

Semangat memajukan ekonomi daerah ini juga terlihat dari hadirnya daerah tetangga seperti Kabupaten Madiun yang memamerkan komoditas unggulan porang, batik khas daerah, hingga produk kuliner lokal, sekaligus mendorong penguatan UMKM melalui inkubator bisnis.

Melalui sinergi antarwilayah dan partisipasi aktif di AOE 2026, Kabupaten Ngawi optimistis dapat memperluas jangkauan pasar bagi pelaku UMKM, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Hadapi Kemarau, Pemkab Ngawi Targetkan 100 Persen Infrastruktur Akses Air Bersih pada 2027

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 654 views

Musim kemarau masih berdampak pada keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi. Kondisi tersebut mendorong Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama PMI Jawa Timur dan PMI Kabupaten Ngawi menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Sumberan, Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dan Ketua PMI Kabupaten Ngawi Budi Sulistyono. Sebanyak 12 lokasi menjadi prioritas distribusi air bersih, dengan dukungan koordinasi bersama PDAM dan penyedia air untuk menjaga ketersediaan pasokan hingga akhir Agustus.

Ketua PMI Kabupaten Ngawi Budi Sulistyono menyebut penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan di masing-masing wilayah. “Musim yang tidak bersahabat ini memberikan dampak luas, tidak hanya bagi petani tetapi juga warga di beberapa titik yang membutuhkan perhatian khusus,” kata Budi.

Capaian penanganan kekeringan di Ngawi terus menunjukkan tren positif. Jumlah desa terdampak turun dari 42 desa pada 2023 menjadi 12 desa pada 2026, sedangkan jumlah warga terdampak berkurang dari sekitar 4.700 KK menjadi 640 KK. Pemkab Ngawi turut memperkuat infrastruktur air melalui pembangunan sumur dalam dengan sistem submersible pump di 42 titik pada 2024.

Sementara itu, Ony mengatakan kawasan utara Ngawi yang merupakan wilayah karst masih menjadi tantangan karena kondisi geografisnya menyulitkan pencarian sumber air tanah. “Target kami pada 2027, keterjangkauan air bersih di Ngawi bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.

Untuk memperkuat penanganan jangka panjang, Imam menyampaikan rencana pemetaan sumber air di sekitar wilayah terdampak. Jika ditemukan sumber yang layak hingga jarak 9 kilometer, PMI akan mengupayakan dukungan negara donor untuk penyediaan pompa dan jaringan pipa. “Tujuannya agar warga tidak lagi bergantung pada bantuan tangki air secara terus-menerus,” kata Imam.

Sinergi Pemkab Ngawi dan PMI diharapkan mampu mempercepat penanganan dampak kemarau sekaligus memperkuat ketahanan air daerah. Bantuan darurat tetap diberikan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, sementara pembangunan infrastruktur dan pencarian sumber air diarahkan untuk mendukung target 100 persen keterjangkauan air bersih pada 2027.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab Ngawi Perkuat Benteng Siaga Lereng Lawu

di %s Bakohumas/Berita/Kabar Kita/Kabar Ngawi/Pemerintahan 547 views

Mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memimpin Apel Siaga Penanggulangan Karhutla 2026 di Kawasan Senggon Hills, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kesiapan Pemkab Ngawi menghadapi potensi kebakaran di lereng Gunung Lawu.

Pemindahan lokasi apel dari kawasan kota ke Senggon Hills menjadi bagian dari strategi untuk mendekatkan koordinasi dengan titik kerawanan sekaligus memastikan seluruh unsur siap menghadapi kondisi di lapangan.

“Dengan hadir langsung di Senggon Hills, kami ingin menyatukan langkah dan membangun kewaspadaan bersama bahwa ancaman karhutla itu nyata, terutama di wilayah lereng Lawu,” kata Antok.

Kebijakan tersebut sejalan dengan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla Tahun 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Ngawi Nomor 100.3.3.2/216/404.101.2/B/2026. Status berlaku sejak 2 Juli hingga 30 November 2026 dan merupakan tindak lanjut kebijakan siaga Karhutla di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Antisipasi juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, Perhutani, OPD terkait, akademisi, media massa, dan 26 kelompok relawan kebencanaan. Bersamaan dengan apel, BPBD Ngawi melanjutkan pembahasan Rencana Kontinjensi (Renkon) Karhutla serta persiapan Renkon Bencana Tanah Longsor.

Perlindungan hutan menjadi perhatian penting karena 91 dari 213 desa dan empat kelurahan di Kabupaten Ngawi merupakan desa hutan. Kondisi ini mendorong penguatan edukasi masyarakat, pencegahan kebakaran, dan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.

Antok mengapresiasi sinergi TNI, Polri, Perhutani, relawan, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang berperan dalam menjaga hutan Ngawi. Ia berpesan agar seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kewaspadaan dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Menjaga hutan dan lereng Lawu membutuhkan kepedulian dan kerja bersama. Kesiapan kita hari ini menjadi bagian dari ikhtiar melindungi lingkungan dan memastikan kawasan tersebut tetap aman bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Melalui apel siaga, koordinasi lintas sektor, dan penyusunan rencana kontinjensi, Pemkab Ngawi terus membangun kesiapan menghadapi potensi Karhutla. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan hutan sekaligus menekan risiko kebakaran di lereng Lawu sejak dini.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top