Category archive

Informasi - page 11

Berbagai informasi yang penting untuk diketahui dan disebarluaskan

Alun-alun Ngawi Akan Kembali Berubah Wujud

di %s Berita/Informasi 888 views

001Alun-alun Ngawi diakui saat ini menjadi satu-satunya aset yang menjadi andalan Pemerintah Daerah untuk menarik masyarakat untuk dikembangkan, selain rest area monumen suryo, benteng pemdem, musium trinil. Pengembangan yang didasari obsevasi  dan survey dengan mempertimbangkan animo masyarakat yang cukup tinggi dan tetap setiap malamnya di alun-alun Ngawi. Pengembangan Alun-alun yang merupakan alun alun terluas di Pulau Jawa diprioritaskan pada upaya menambah nilai jual,  sehingga alun-alun bukan hanya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) saja tetapi sebagai fungsi Objek Daya Tarik Wisata (ODTW). Menurut Bupati Ngawi Budi sulistyono, pengembangan ikon-ikon kota Ngawi adalah langkah yang harus dipikirkan secara matang dan terkonsep dengan baik. Penataan yang lebih konkret, sistemisasi pemeliharaannya dan juga keamanannnya harus benar-benar dilaksanakan dengan cermat sehingga apa yang sudah ada bisa berjalan dalam waktu yang lama. Penataan alun-alun dengan desain yang menarik bisa menjadi aset sekaligus pendapatan, selain itu juga menjadi ikon yang memperkenalkan Ngawi dengan cara yang menarik. Bupati sangat mengharapkan instansi yang terkait dengan alun-alun benar-benar mengkaji semua kebutuhan untuk pengembangan alun-alun karena pada akhirnya semua fasilitas yang ada di alun-alun diperuntukkan untuk masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali.


003

Fokus Infrastruktur

Perbaikan sarana infrastruktur menjadi prioritas di alun alun seluas 68,310 m 2 tersebut, wahana-wahana yang kurang rekreatif akan kita ganti dengan permainan yang lebih rekreatif dan atraktif. Saat ini wahana-wahana yang ada seperti prosotan, ayunan adalah wahana-wahana permainan yang berkesan kuno akan diperbaharui dengan permainan-permainan yang bersifat menantang seperti flying fox, wahana air, dan lain-lain.

Proses pembangunan tentunya akan menggunakan skala prioritas, dengan memadukan yang sudah ada. Beberapa yang akan diprioritaskan antara lain adalah Gapura pintu masuk alun-alun. Gapura menjadi sangat penting karena, mengingat kondisi jalan masuk yang sempit saat ini membingungkan orang awam mencari jalan masuk kawasan Alun – alun, ditambah dengan pelebaran jalan Merdeka akan terlihat sumbu simetris menuju pusat Pemerintahan Kabupaten Ngawi. Konsep tatanan jawa ada catur gatra Pusat Pemerintahan, Lembaga Pemasyarakatan, Masjid dan Alun – alun sebagai bagian yang tidak terpisahkan. Akan tetapi seperti yang terlihat di Jawa memang harus ada akses atau sumbu menuju pusat pemerintahan. jadi pada intinya mengembalikan alun-alun sebagaimana fitrahnya dulu. Sedangkan konsep dari gerbang itu sendiri, mengadopsi dari elemen – elemen dasar yang menjadi ikon Ngawi seperti Benteng Pendem dikolaborasikan dengan manusia purba pithecanthropus erectus.

1. Panggung Terbuka (Open Theatre)

Merupakan sebuah panggung terbuka yang bisa di gunakan untuk berbagai macam kegiatan , pentas seni atau kegiatan formal dan non formal dengan kapasitas 200 orang. Konsepnya adalah membuat alun-alun sebagai pusat kegiatan masyarakat yang ada di kota Ngawi.

2. Wahana permainan anak

Wahana anak anak direncanakan se-kreatif dan se-adventure mungkin. Contoh lintas dua bangunan, flying fox serta elemen air yang menjadi trend masa kini untuk mengganti permainan seperti prosotan dan ayunan.

3. Taman Bacaan

Konsep taman bacaan nantinya disediakan media-media pembelajaran proses evolusi manusia purba untuk menjadi manusia sekarang. Pengembangannya dilakukan secara perlahan, kontinyu, semenarik mungkin dan tak meninggalkan kaidah keilmuan, dimana nanti diharapkan taman bacaan ini bisa menarik pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat sekaligus memancing para pengunjung untuk berfoto.

Perkembangan media informasi teknologi juga menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan potensi daerah. Sinkronisasi potensi daerah dengan teknologi informasi terlihat dari trend saat ini. Facebook, twitter, whatsapps, foursquare, pinterest dsb. sangat berperan untuk menjadikan potensi satu daerah menjadi trending topic yang akhirnya memancing rasa penasaran penggunanya.

Untuk itu pengembangan potensi daerah seperti taman bacaan ini konsepnya juga akan dibuat se-eye catching mungkin. Kalau wahana menarik, pengunjung tertarik untuk mengabadikannya dengan berfoto, mem-videokan, share di media sosial, dilihat jutaan penonton dan pada akhirnya memancing rasa penasaran. Wahana dibuat agar orang cenderung meninggalkan memori di situ.

Selanjutnya pengembangan juga meliputi sarana prasarana lainnya yang sudah ada sebelumnya. Bundaran yang ada di alun-alun akan diberi semacam payung supaya lebih berfungsi dalam berbagai situasi. Selain itu juga akan membangun toilet anak, karena kalau dikalkulasi, kebutuhan toilet sangat kurang sehingga rentan dengan bau yang tidak sedap. Toilet ini nanti dibuat semenarik dan sebersih mungkin sehingga siapapun yang memanfaatkannya merasa tergerak untuk turut serta menjaganya.

Pujasera juga tidak luput dari pengembangan dengan konsep tidak ada muka belakang dan depan untuk menghilangkan kesan kumuh yang sering terlihat.  Dengan konsep semuanya muka depan maka pemilik diharapkan/cenderung menjaga kebersihan lapak miliknya. selain itu juga ditambahkan tempat cuci yang permanen. Konsep selanjutnya adalah tampilan landmark dengan ornamen khas ngawi yang menarik, yang diharapkan bisa memicu orang untuk berfoto, men-share dengan jejaring sosial dan secara tidak langsung bisa menjadi publikasi tentang keberadaan alun-alun ngawi.

Sebar dan Bagikan :

Shares

Perlunya Pemahaman Produsen Ilegal Dan Pelaku Cukai Ilegal

di %s Berita/Informasi 757 views

Perlunya Pemahaman Produsen Ilegal Dan Pelaku Cukai IlegalMelalui Aris Dewanto SE, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Dan Pasar (Disdagsar), Pemerintah Kabupaten Ngawi menjelaskan terkait Peraturan Menteri Keuangan No:P84/PMK.07/2008, tentang kebijakan cukai guna membentuk iklim industri sehat, memperkuat struktur serta menuju adminsitrasi yang sederhana guna mengurangi penyebab peredaran cukai illegal.

Namun demikian target penerimaan tersebut bisa tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena saat ini semakin semaraknya peredaran rokok illegal dengan dampaknya pemasukan Negara dari cukai tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk mengurangi kerugian akibat adanya rokok illegal khususnya cukai illegal, maka pemerintah Kabupaten Ngawi memberikan pemahaman kepada masyarakat luas terutama para produsen rokok dan pelaku cukai illegal tentang kebijakan prioritas penggunaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau ( DBHCHT ) dan kebijakan cukai dalam kaitanya dengan industri rokok, serta perundang undangan cukai lainya.

Diharapkan dengan diselenggarakannya sosialisasi ini untuk Dinas teknis penerima DBH-CHT melaksanakan kegiatan sesuai dengan aturan digunakan untuk peningkatan kwalitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan dibidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai illegal.

“Apapun alasanya dengan adanya cukai palsu maupun rokok yang berkwalitas rendah dengan kadar nikotin tinggi tidak menyiratkan kesadarn kita untuk tertib pajak makanya harus kita tekan sedini mungkin terkait pemalsuan cukai palsu,” terang Aris.

Lebih jauh Aris memaparkan telah membentuk team yang terdiri dari 5 kelompok, masing-masing beranggotakan 3 orang yang langsung didampingi petugas dari Bia Cukai untuk melakukan pengumpulan informasi rokok bodong atau hasil tembakau lainya yang dilekati cukai palsu di peredaran atau tempat penjualan seperti toko atau warung-warung eceran.

Melalui sosialisasi secara komperhenship agar hasil yang diperoleh dapatnya disampaikan kepada masyarakat, baik itu pedagang maupun produsen rokok home industri, sehingga di wilayah Kabupaten Ngawi tidak ada lagi rokok tanpa pita cukai atau menggunakan pita palsu atau rokok merk palsu menggunakan pita palsu yang sangat merugikan Negara, serta meningkatkan pelayanan masyarakat dalam penerbitan perijinan usaha sesuai peraturan sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah. (sinarngawi.com)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Kreativitas Batik Ngawi Satu Upaya Tembus Pangsa Pasar Nasional

di %s Berita/Informasi 724 views

Batik Ngawi tembus pangsa pasar nasionalGuna Mendongkrak potensi sumber daya kerajinan batik khas Bumi Orek-Orek, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kabupaten Ngawi menggelar pelatihan batik selama 2 hari mulai tanggal 28-29 November 2013 di Aula Hotel Sukowati. Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Kepala Dinas Dinkop, UMKM dan Perindustrian setempat, Muhamad Sofyan.

Nampak juga turut hadir antara lain para pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Ngawi, Pendamping dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan seluruh peserta pelatihan.

Pelatihan diikuti sebanyak 30 orang lebih pengrajin yang berasal dari 6 desa dari 6 kecamatan seperti Paron, Kedunggalar, Kwadungan, Widodaren, Ngrambe dan Ngawi Kota, yang merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya.

Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM. Menurut Muhamad Sofyan, bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan sekaligus peluang bagi peserta untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan sebagai ajang mengasah keterampilan dan keahlian melalui Pelatihan Batik Tulis dan Batik Jumputan.

“Seperti diketahui perkembangan batik khas Ngawi menunjukan angka peningkatan terkait permintaan pasar terlebih saat ini sudah tersebar di show room berbagai wilayah dengan demikian upaya pelatihan ini memang sangat diharapkan mampu menembus pangsa pasar yang ada secara nasional,” terang Sofyan.

Sementara Harsoyo, kepala bidang produksi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Ngawi menjelaskan peningkatan produk unggulan yang dihasilkan dari pengrajin selama setahun terakhir sudah menembus angka diatas 5 persen.

“Yang menjadi perhatian kita adalah tindak lanjut dari pengrajin itu sendiri setelah menerima bantuan alat yang kita, maka dalam perjalananya kita akan terus memantau perkembanganya,” tegas Harsoyo.

Kemudian seperti penjelasan dari Hari Susetyo pemandu pelatihan salah satu pelaku usaha batik dari Malang, Jawa Timur. Urainya, semakin berkembangnya trend fashion saat ini, memberi pengaruh positif terhadap pengrajin kain yang haus akan kreasi dan inovasi.

Menurutnya, inovasi bisa dikembangkan seperti halnya Batik jumputan. Pengertian lain, Batik Jumputan adalah batik yang dikerjakan dengan cara ikat celup, diikat dengan tali kemudian dicelup dengan warna. (sinarngawi.com)

Sebar dan Bagikan :

Shares

Pemkab Ngawi Peringati HUT Korpri ke-42 dan HUT Dharma Wanita ke-14

di %s Berita/Informasi 910 views

 

DSC_0869Pemkab Ngawi menggelar upacara peringatan HUT Korpri ke-42 dan HUT Dharma Wanita ke-14 yang di selenggarakan di pendopo Wedya Ghraha Kabupaten Ngawi (29/11/2013).  Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono.  Ikut dalam upacara para PNS perwakilan SKPD,  hadir sebagai undangan  Wakil Bupati, para Muspida, Dharma Wanita serta pimpinan SKPD.

Dalam Sambutan  yang dibacakan oleh bupati,  bahwa Penasehat Nasional Korpri berpesan dan mengharapkan kepada segenap anggota korpri untuk meningkatkan profesional sebagai aparatur negara, mewujudkan birokrasi yang bersih, efisien, transparan dan akuntabel, menunjukkan keteladanan sebagai aparatur negara, netralitas dalam pemilu, dan menunjukkan kepada rakyat sebagai jajaran aparatur pemerintahan di era reformasi ini sebagai pelayan masyarakat. Selesai mengikuti upacara dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan.

Sebar dan Bagikan :

Shares
Go to Top