INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Daily archive

August 19, 2019

BRI Tour d’ Indonesia 2019, Ngawi Finish Etape I Bupati Ngawi : Kesempatan Potensi Ngawi di Kenal di Kancah Internasional

di Olahraga oleh

Alun – Alun Merdeka Ngawi menjadi finish etape pertama BRI Tour de Indonesia (TdI) 2019 yang dimulai dari Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (19/8). Rider asal Australia, Angus Lyons dari Team Oliver’s Real Food Racing berhasil mencapai etape pertama tercepat dengan catatan waktu 3 jam 55 menit 58 detik dengan menempuh jarak 182, 7 kilometer dan berhak atas jersey warna hijau sebagai juara.

Lyons mengaku
etape pertama ini memang menjadi target kemenangannya, “Saya berhasil
memenangkannya,” katanya usai ceremony
penerimaan hadiah.

Persiapan yang
matang menurutnya, menjadi alasan kemenangannya kali ini, “Saya mempersiapkan
diri sekitar 4 hingga 5 mingguan dengan latihan keras serta mencoba terbiasa
dengan cuaca,” katanya.

Disusul
Ryan Roth dari Xspeed United Continental
dan dapatkan jersey warna biru
sekaligus menjadi raja tanjakan sedangkan Mario Vogt yang tergabung dalam tim Sapura Cycling mendapatkan best sprinter dengan jersey warna merah. Dan, Choon Huay Goh
dari Terengganu Inc. TSG Cycling dapatkan jersey
kuning dinobatkans sebagai pembalap terbaik Asia.

Etape
pertama ini kategori tim terbaik diraih Sapura
Cycling
juga memimpin klasemen sementara dalam daftar klasemen tim dengan
total waktu 11 jam 50 menit 47
detik. Sedangkan tim Indonesia terbaik pada etape ini KFC Cycling Team sekaligus memimpin klasemen tim asal Indonesia
dengan total waktu 11 jam 55 menit 30 detik.

Memasuki finish
para rider  ini disambut Bupati Ngawi, Budi Sulistyono,
Sekretaris Daerah, Mokh Sodiq Triwidiyanto, Direktur World Cycling Center UCI, Frederic
Magne, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PBISSI), Raja
Sapta Oktohari, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ngawi, jajaran
pejabat Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Dalam
konferensi persnya, Raja Sapta Oktohari memberikan apresiasianya untuk masyaakat
Ngawi yang antusias menyambut kedatangan para pembalap, “Dukungan ini sangat
luar biasa penyambutan masyarakat terutama begitu masuk wilayah Kabupaten
Ngawi,” katanya.

Selain
itu, Raja Sapta juga mengatakan bahwa sepeda familiar dan dekat dengan warga Ngawi, pasalnya acara ini bersamaan
dengan digelarnya Pawai Pembangunan Kabupaten Ngawi yang sebagaian peserta
menggunakan sepeda, “Kami seluruh keluarga Tour de Indonesia mengucapkan
terimakasih,” ujarnya.

Masih
menurut Ketum PBISSI mengungkapkan event
ini sekaligus bisa menjadi jendela untuk mengenalkan potensi Ngawi yang luar
biasa ke tingkat Internasional, apalagi disini ditemukan  fosil manusia purba yang hidup 2 juta tahun
lalu, “Nah, ini perlu di explore, melalui
TdI ini kami akan menyampaikan kepada dunia untuk datang ke Ngawi,” tambahnya.

Frederic Magne
menambahkan kejuaraan ini sangat penting untuk pengembangan kompetisi balap
sepeda dunia, bahkan saat ini telah menunjukkan progress sehingga masuk dalam agenda UCI Asia Tour dengan level 2.1, “Event
ini sangat fantastis, bagus terutama bagi pembalap berlaga dilevel professional
maupun penyelenggaranya. Apalagi ini, barengan
sama parade sepeda juga, bisa jadi ini pertanda baik perkembangan balap sepeda
di Indonesia,” jelas Frederic Magne.

Senada dengan
Raja Sapta Oktohari, Bupati Ngawi juga mengatakan acara ini menjadi kesempatan
Kabupaten Ngawi untuk mengenalkan potensinya di kancah internasional, “Dengan
keramahan dan potensi wisatanya, Ngawi siap lebih bagus lagi. Lebih dilihat,
ditengok orang. Nah, Tour de Indonesia
telah membuka pintu masuk kesini. Makanya, kita harus bersolek baik wisata,
kuliner dan keramahannya,” katanya.

Kejuraan
bergengsi ini akan berlangsung 19 – 23 Agustus 2019, dalam lima etape. Dengan
jarak tempuh bervariasi, terpanjang sejauh 193 kilometer, sedangkan terpendek
sejauh 145,4 kilometer. Adalah etape 1, Candi Borobudur-Ngawi 182,7 km, etape
2, Madiun – Batu dengan jarak 163,4 km, etape 3, Batu – Jember sepanjang 193
km, etape 4, Jember-Banyuwangi sejauh 151,8 km, dan etape 5, Gilimanuk – Batur
UNESCO Global Geopark berjarak 145,4 km.

Bank BRI Tour d’Indonesia 2019 diikuti
oleh 18 tim, termasuk posisi pertama di peringkat sementara UCI Asia Tour dan
UCI Africa Tour, dengan pembalap dari 23 negara. (all/kominfo)

Go to Top