INFORMATIF, INSPIRATIF, MENCERAHKAN

Daily archive

July 23, 2019

Sekda Kab. Ngawi Tutup Diklatpim IV Angkatan 14 Jatim

di Pendidikan oleh

Sekretaris
Daerah Kabupaten Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto secara resmi menutup Diklat
Kepemimpinan Tingkat IV Provinsi Jawa Timur Angkatan ke 14 yang diselenggarakan
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah
Kabupaten Ngawi di Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, Selasa
(23/07).

Disela
sambutannya Sekda Kab. Ngawi, Mokh Sodiq Triwidiyanto berharap seluruh peserta
memiliki memiliki wawasan, kemampuan, pengetahuan dan keahlian untuk berinovasi
sesuai bidangnya, “Kabupaten Ngawi akan berkembang lebih cepat jika aparaturnya
inovatif serta mampu pandai membaca peluang. Dengan begitu, tantangan kedepan
masyarakat harus puas dengan pelayanan Pemerintah,” kata Sekda.

Hadir dalam
acara ini Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur
yang diwakili Kepala Bidang pengembangan Pengajaran Kompetensi Provinsi Jawa
Timur, Sri Rahayu Ningsih, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
(BKPP) Kabupaten Ngawi Yulianto Kusprasetyo, Kepala Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) serta peserta Diklatpim IV.

Diklatpim
yang diikuti 40 peserta dilaksanakan dari tanggal 14 Maret – 17 Juli ini,
dilakukan dengan system on- off di
Aula Dinas
Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja . Peserta Diklatpim ini melalui 5
tahapan sesuai kurikulum yang berlaku, hal ini seperti yang disampaikan Kepala
BKPP Ngawi, Yulianto Kusprasetyo dalam sambutannya.

Tahapan ini
diantaranya tahap diagnosa kebutuhan perubahan organisasi yang terdiri dari empat
mata diklat, tahap taking ownership
terdiri dari dua kegiatan selanjutnya tahap merancang perubahan dan membangun
tim terdiri dari 7 mata diklat, tahap laboratorium kepemimpinan terdiri dari 2
kegiatan dan tahap evaluasi terdiri dari 2 kegiatan,  “Tahapan tersebut dilakukan dengan metode
diskusi kelas, kelompok, presentasi kelompok dan kelas pembekalan narasumber,
simulasi, pemutaran film pendek visitasi dan
benchmarking
serta penulisan kertas kerja proyek perubahan yang telah
diseminarkan,” jelas Yulianto. Untuk benchmarking
to best practice ke Kabupaten
Wonosobo, “Yang dilaksanakan tanggal 22 – 25 April lalu,” lanjutnya.

Menurut
Yulianto, seluruh peserta pejabat eselon IV ini dinyatakan lulus dengan
predikat sangat memuaskan, dan memuaskan, “Untuk predikat sangat memuaskan ada 9
orang dan memuaskan 31 orang, dan 5 predikat terbaik diantaranya Noor
Soemadijo, Wahyudi Puruhati, Prima Novita Ardiyanti, Budi Agung Wibowo dan
Catur Sriwiyanto,”ujarnya.

Sementara
itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jatim melalui
Kepala Bidang pengembangan Pengajaran Kompetensi Provinsi Jatim, Sri Rahayu
Ningsih memberikan apresiasianya untuk seluruh peserta yang lulus Diklatpim IV
terlebih pada lulusan terbaik.  Ia berharap
ilmu yang didapat selama diklat serta inovasi yang dibuat dapat
diimplementasikan di unit kerja masing – masing dan mampu meningkatkan kualitas
Pemerintahan dan pelayan publik yang baik . “Kembali ketempat kerja masing –
masing dengan membawa proyek perubahan, tentunya saya berharap dapat
memperbaiki sekaligus meningkatkan serta mampu menginspirasi lahirnya gagasan
dan inovasi baru berikutnya,” kata Sri Rahayu Ningsih. (nf/dn/kominfo)

Upacara Peringatatan Hari Koperasi Nasional Ke-72, Bupati Ngawi Bacakan Sambutan Menteri Koperasi dan UKM

di Tekno Sains oleh

Bupati
Ngawi, Budi Sulistyono menjadi inspektur dalam upacara peringatan Hari Koperasi
ke 72 yang digelar di halaman Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda)
Kabupaten Ngawi, Selasa (23/07).

Peringatan Hari Koperasi ke 72 kali ini mengusung tema Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi
Industri 4.0,
koperasi diharapkan mampu menghadapi tantangan baru di dunia
perkoperasian. Tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan
perkembangan teknologi informasi, namun menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam
sistem tata kelola. Maka koperasi harus melakukan reformasi total terhadap
sistem yang sudah berjalan selama ini.

“Di
era digitalisasi dan artificial
intelegence
(ai) ini mewarnai
kehidupan industri yang merembet pada perilaku keseharian masyarakat. Dan hal
ini berpengaruh pada Koperasi Indonesia yang harus memiliki kesiapan untuk menyikapi
tantangan kekinian ini. Koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang
handal untuk siap berubah dalam mensikapi tantangan kekinian,” kata Budi
Sulistyono menyampaikan sambutan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
(UKM) RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Menurutnya,
tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan
teknologi informasi, tetapi juga persoalan mindset
dan perubahan yang ada dalam sistem tata kelola. Maka, diperlukan sebuah
perubahan dengan melakukan reformasi total terhadap sistem kepranataan yang
sudah berjalan selama ini

Anak
Agung dalam amanatnya menyatakan bahwa reformasi total yang dijalankan dalam
rentan waktu lima tahun terakhir ini, mendorong Koperasi untuk beradaptasi dan
bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang dinamis saat ini, “Insan
Koperasi disiapkan untuk mempunyai kreatifitas dan inovasi yang tinggi untuk
menata organisasi dan strategi bisnisnya,” terangnya.

Ia
juga meminta sudah saatnya Koperasi memanfaatkan teknologi digital dengan
menggunakan platform e-commerce,
aplikasi retail online dan
pengembangan aplikasi bisnis lainnya. Disamping itu, gerakan Koperasi bisa
merangkul generasi milenial, yang sekarang jumlahnya mencapai sepertiga
penduduk Indonesia. “Kita berharap agar gerakan Koperasi di Indonesia mampu
menjawab tantangan jaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Mari kita
kobarkan semangat dengan menjadikan Koperasi sebagai kekuatan bersama untuk
memajukan pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tutur Anak Agung
diakhir amanatnya.

Usai
upacara peringatan, Bupati Ngawi mengatakan perlu dilakukan  penyusutan jumlah Koperasi untuk
pengembangannya supaya terfokus dan berkualitas 
terutama di Kabupaten Ngawi, “Maka kami minta data yang betul mana saja
Koperasi yang mati, mati suri. Dengan begitu kita tahu mana  saja yang masih bisa diberi kesempatan. Tapi,
kami harapkan dengan gerakan Koperasi ini yang terpenting adalah goalnya untuk kesejahteraan
masyarakat,”pungkasnya. (nf/kominfo)

Go to Top